Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kali Bekasi Meluap, Pondok Gede Permai Terendam Hingga Atap Rumah

Anggi Septiani • Jumat, 10 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Kali Bekasi Meluap, Pondok Gede Permai Terendam Hingga Atap Rumah
Kali Bekasi Meluap, Pondok Gede Permai Terendam Hingga Atap Rumah

BLITAR– Banjir Bekasi 2025 kembali melumpuhkan sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Kali ini, kawasan Pondok Gede Permai (PGP) di Kecamatan Jatiasih menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah. Air Kali Bekasi meluap hingga ke permukiman warga, menenggelamkan rumah, tempat ibadah, hingga akses jalan utama.

Sejak dini hari, debit air di Kali Bekasi terus meningkat akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek. Luapan air tak terbendung, membuat perumahan Pondok Gede Permai terendam hingga ketinggian mencapai 80 sentimeter hingga lebih dari dua meter di beberapa titik. Dari udara, genangan air tampak menutupi atap rumah warga dan pepohonan.

Pemandangan memprihatinkan ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat permukaan sungai naik drastis, bahkan badan air hampir menyentuh jembatan di atas Kali Bekasi. Arus air berwarna cokelat pekat mengalir deras ke pemukiman dan menyebabkan puluhan kendaraan terjebak banjir.

Warga Pondok Gede Permai tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga ketika air mulai naik pada Selasa pagi (4/3/2025). Sebagian besar dari mereka memilih bertahan di lantai dua rumah, sementara lainnya dievakuasi menggunakan perahu karet oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan relawan setempat.

“Air naik cepat banget, nggak sampai satu jam sudah masuk rumah. Sekarang sudah sepinggang, padahal baru jam sembilan pagi,” kata Rizal, warga RT 05/03 PGP.

Kawasan Pondok Gede Permai memang dikenal sebagai salah satu daerah langganan banjir Bekasi, terutama setiap musim hujan. Lokasinya yang berada di dataran rendah dan bersebelahan langsung dengan Kali Bekasi membuat area ini rawan terdampak luapan air dari hulu, terutama jika curah hujan tinggi di wilayah Bogor.

Akibat banjir yang merendam Pondok Gede Permai, akses lalu lintas menuju Jatiasih dan Bekasi Barat lumpuh total. Jalan-jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Petugas kepolisian terpaksa menutup jalur sementara dan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif melalui Jalan Raya Cipendawa.

“Airnya deras banget, kendaraan kecil pasti mogok. Kita sudah pasang garis pembatas dan arahkan warga untuk tidak nekat melintas,” ujar salah satu anggota Satlantas Polres Metro Bekasi Kota di lokasi banjir.

Selain rumah warga, fasilitas umum seperti masjid dan warung juga terendam. Aktivitas warga praktis terhenti total, dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), banjir Bekasi 2025 dipicu oleh hujan ekstrem yang mengguyur Jabodetabek selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan daya tampung Kali Bekasi melampaui kapasitas normalnya.

“Permukaan air di hulu sudah sangat tinggi, dan kondisi tanah di sekitar Bekasi sudah jenuh air. Ini memicu luapan besar,” kata Prakirawan BMKG Pusat, Clara Atilla. Ia juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan karena curah hujan diprediksi masih akan tinggi hingga pekan depan.

BPBD Kota Bekasi melaporkan, setidaknya 1.500 rumah terendam di wilayah Pondok Gede Permai dan sekitarnya. Petugas terus mengevakuasi warga, sementara dapur umum didirikan di kantor kelurahan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Meski banjir besar seperti ini sudah berulang sejak 2013, warga Pondok Gede Permai menilai belum ada solusi konkret dari pemerintah daerah. Normalisasi sungai yang dijanjikan sejak lama belum juga tuntas, sementara pembangunan perumahan di sekitar bantaran kali justru semakin padat.

“Dulu katanya mau dibangun tanggul permanen, tapi sampai sekarang belum kelihatan. Tiap tahun banjirnya makin parah,” keluh Yani, warga setempat yang rumahnya terendam hampir dua meter.

Warga berharap agar Pemerintah Kota Bekasi segera melakukan normalisasi Kali Bekasi dan memperbanyak ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air. Tanpa langkah serius, banjir dikhawatirkan akan terus menjadi bencana tahunan yang merugikan ribuan keluarga di kawasan ini.

Wali Kota Bekasi, Tri Andianto, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane untuk meninjau ulang tata ruang dan pola aliran sungai di Bekasi. “Kami akan evaluasi dan pastikan normalisasi segera dilakukan. Ini tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.

Tri juga menegaskan bahwa Pemkot akan memperketat izin pembangunan di sekitar bantaran kali agar tidak memperparah kondisi banjir.

Banjir Bekasi 2025 menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat agar tidak lagi mengabaikan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Anggi Septian A.P.
#bmkg #Pondok Gede Permai #kali bekasi #Banjir Bekasi 2025