BLITAR – Salah satu calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto, mengaku optimistis menghadapi hasil akhir seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Kini, hasil akhir tengah menunggu rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Bupati Blitar.
Rully yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Blitar ini menjelaskan, seluruh tahapan seleksi sekda berjalan lancar dan profesional. Dia mengikuti proses mulai dari penulisan makalah hingga wawancara yang digelar oleh panitia seleksi di Surabaya pada Selasa (7/10/2025).
“Alhamdulillah, seleksi berjalan baik dan lancar. Mulai dari pembuatan makalah sampai wawancara, semuanya tanpa kendala,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Rully mendaftar atas inisiatif pribadi, tanpa dorongan atau rekomendasi dari pihak mana pun. Maka dari itu, langkahnya menuju puncak karier aparatur sipil negara (ASN) ini murni atas keinginan sendiri karena ingin memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Blitar.
Dia menegaskan, jika terpilih sebagai sekda definitif, dia berkomitmen bekerja secara profesional, amanah, dan berintegritas. Jabatan sekda memiliki peran penting dalam menjaga ritme birokrasi agar tetap solid serta memastikan seluruh kebijakan bupati dapat berjalan efektif.
“Harapan saya, Kabupaten Blitar bisa menjadi lebih baik dan semakin maju. Semua saya serahkan kepada keputusan bupati dan rekomendasi BKN. Insya Allah, apa pun hasilnya, itu yang terbaik dari Allah SWT,” tambahnya dengan tenang.
Dalam makalah yang disusunnya saat seleksi, Rully juga mengusung gagasan besar tentang pembangunan budaya kerja baru yang agile. Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi ketiga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar, yaitu transformasi birokrasi.
Rully menyebut salah satu bentuknya melalui transformasi digital dalam proses bisnis inti birokrasi. Tujuannya agar pelayanan publik semakin cepat, efisien, dan transparan. Harapannya, siapa pun yang terpilih menjadi sekda definitif mampu melanjutkan semangat perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan modern.
“Tentu yang penting bekerja dengan hati, sesuai aturan, dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, calon sekda lainnya, Priyo Suhartono, enggan memberikan komentar terkait kelolosan dirinya sebagai tiga besar calon Sekda Kabupaten Blitar. Dia mengaku hanya sebagai peserta yang membatasinya untuk menanggapi lebih jauh.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami saat ini. Karena sebagai peserta, sebaiknya saya tidak membuat komentar dulu. Maaf ya,” tuturnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah