BLITAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mengakui layanan bus sekolah saat ini belum bisa menjangkau seluruh pelajar secara optimal. Keterbatasan jumlah armada menjadi kendala utama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap transportasi gratis tersebut.
Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, menjelaskan bahwa hingga kini terdapat 11 armada bus sekolah yang beroperasi di wilayah Kabupaten Blitar. “Dari jumlah tersebut, 4 unit merupakan mikrobus berkapasitas 19 penumpang, sementara 7 lainnya merupakan bus medium berkapasitas 30 penumpang,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Meski kehadiran bus sekolah mendapat sambutan positif, dishub mencatat jumlah peminat masih belum tertampung seluruhnya karena keterbatasan kapasitas. “Peminat bus sekolah sebenarnya tetap tinggi, tapi keterbatasan jumlah armada membuat layanan belum bisa menjangkau semua,” imbuh Anik.
Dalam kondisi ideal, setiap trayek seharusnya dilayani oleh minimal dua hingga tiga armada agar tidak terjadi kelebihan muatan. “Untuk detailnya, kami belum bisa memastikan karena ada trayek yang sudah memiliki dua armada tapi masih belum bisa mengakomodasi semua pelajar,” terang Anik.
Sebagai informasi, delapan trayek aktif yang dilayani mencakup rute Kuningan–Kanigoro–Sawentar, Gawang–Kademangan, Kaliboto–Pasar Gambar–Togogan–Srengat–Poluhan, dan Udanawu–Wonodadi–Srengat–Poluhan. Kemudian, ada trayek Kanigoro–Talun–Selopuro–Wlingi, Kanigoro–Garum–Nglegok, Krisik–Gandusari–Wlingi–Talun, dan Kanigoro–Sutojayan–Kademangan.
Anik menjelaskan, operasional bus sekolah dilakukan dalam dua sesi yaitu pagi pukul 05.45 hingga 07.00 WIB dan sore pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, menyesuaikan jadwal pulang sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler siswa. “Untuk jadwal siang, kami menyesuaikan karena banyak pelajar yang pulang setelah kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari total armada yang beroperasi, tujuh di antaranya merupakan bus sewa yang mulai diadakan sejak 2022. “Sementara sisanya merupakan hasil pengadaan langsung pada 2023 dan 2024 dengan rincian masing-masing tahun terdapat dua armada,” pungkasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menambah armada secara bertahap agar layanan transportasi pelajar dapat lebih merata dan aman. “Selain mendukung akses pendidikan, kehadiran bus sekolah juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar dan menekan risiko kecelakaan di jalan,” tandasnya. (kho/c1/ynu) (*)