Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tekad Atlet Silat Perempuan Blitar Dalami Bela Diri Muaythai: Sudah Siap Tanding

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:30 WIB
BERSIAP: Amalia Nurmaliani, atlet muay thai Kabupaten Blitar, melakukan persiapan untuk salah satu pertandingan.
BERSIAP: Amalia Nurmaliani, atlet muay thai Kabupaten Blitar, melakukan persiapan untuk salah satu pertandingan.

 

BLITAR - Bumi Penataran menerjunkan satu atlet perempuan dalam ajang kejuaraan provinsi (kejurprov) muay thai yang digelar di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dia adalah Amalia Nurmaliani yang dipercaya oleh pelatih untuk mengikuti kompetisi ini.

Apalagi baru kali ini dara asal Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, tersebut berkompetisi lewat cabang olaharaga muay thai. Sebelumnya, dia selalu bertanding kick boxing dan wushu sehingga ini menjadi pengalaman berharga baginya.

Setiap sore, selepas menjalani praktik kerja lapangan (PKL), langkah Amalia Nurmaliani langsung menuju arena latihan. Tubuhnya yang mungil tak menyurutkan semangatnya menendang samsak dan melatih teknik pukulan berkali-kali. Keringat yang mengucur deras tak dia hiraukan.

“Setiap hari latihan, Mas. Habis PKL langsung latihan. Kurang lebih dua bulan. Sejak Agustus, saya melakukan latihan untuk kompetisi kejurprov ini,” ujarnya sambil tersenyum, di sela-sela persiapan menuju Kejurprov Muay thai Jawa Timur 2025.

Amalia, sapaan akrabnya, bertanding pada Jumat malam (10/10/2025) melawan atlet dari Kota Mojokerto.

Meskipun begitu, dia tetap tenang dan optimis bisa mengalahkan lawannya. Sebelum itu, dia melakukan latihan di lokasi bertanding.

Perempuan 18 tahun ini adalah satu dari 24 atlet muay thai Kabupaten Blitar yang diterjunkan ke ajang kejurprov. Usianya masih belia, tapi pengalaman bertandingnya sudah cukup panjang.

Dia bukan wajah baru di dunia bela diri. Sejak kelas 5 SD, Amalia sudah akrab dengan dunia silat. Dari sana, ketertarikannya pada berbagai cabang bela diri terus berkembang.

“Awalnya ikut silat, terus sempat ikut wushu, kick boxing, sampai terakhir porprov kemarin ikut cabang MMA. Alhamdulilah pada ajang porprov itu saya bisa meraih medali perunggu untuk kontingen Kabupaten Blitar,” ceritanya.

Pada ajang porprov lalu, Amalia sukses menyabet medali perunggu lewat cabang MMA. Kini, dia menantang dirinya sendiri dengan mencoba muay thai, cabang yang baru digelutinya beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Jual-Beli Data di Telegram: Fenomena Cyber Crime di Balik Kasus Biorka

“Kalau muay thai ini baru pertama kali. Saya ingin nambah pengalaman juga,” tuturnya.

Meski baru, Amalia cepat beradaptasi. Dia mengaku banyak terbantu dengan latar belakang kick boxing yang sebelumnya ditekuninya.

Namun, ada tantangan tersendiri dalam muay thai. Sebab, kickboxing hanya memukul dan tending, sedangkan muay thai diperbolehkan memakai siku dan lutut sehingga lebih sulit.

Persiapan menuju kejurprov dilakukan intens sejak Agustus lalu. Bersama pelatihnya, Widodo dan Luki, Amalia mematangkan teknik dan strategi tanding. Dia sadar lawan-lawan yang dihadapi tak mudah.

“Dari info yang saya dengar, lawan berat dari Probolinggo. Tapi semua lawan pasti punya kelebihan masing-masing. Yang penting main maksimal,” katanya penuh keyakinan.

Meski belum sempat melihat calon lawannya dari Kabupaten Majokerto, Amalia tetap bertekad memberikan yang terbaik. Targetnya bisa tampil maksimal sehingga bisa masuk final dan mempersembahkan prestasi bagi daerah.

Bagi Amalia, olahraga bela diri bukan sekadar ajang adu fisik, melainkan juga latihan mental dan kedisiplinan.

Dia berharap kiprahnya di kejurprov kali ini bisa menjadi pijakan menuju prestasi lebih tinggi.

“Saya ingin terus berlatih biar bisa mewakili Kabupaten Blitar di tingkat nasional,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#muay thai #Kabupaten Blitar #Olahraga #Kejurprov #Amalia Nurmaliani #atlet #perempuan #silat #Bumi Penataran #nglegok #desa ngoran #Kick Boxing