Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Putri dan Dewi, Kembar Siam Garut yang Punya Mental Baja: “Kami Nggak Minder, Cuma Beda Sedikit Aja”

Findika Pratama • Minggu, 12 Oktober 2025 | 02:30 WIB

Putri dan Dewi, Kembar Siam Garut yang Punya Mental Baja: “Kami Nggak Minder, Cuma Beda Sedikit Aja”
Putri dan Dewi, Kembar Siam Garut yang Punya Mental Baja: “Kami Nggak Minder, Cuma Beda Sedikit Aja”

BLITAR – Di tengah dunia yang sering menilai dari fisik, sepasang kembar siam asal Garut, Putri dan Dewi, menunjukkan arti sejati dari kepercayaan diri. Mereka lahir berbeda, tapi menolak dikasihani. Dengan senyum ceria, keduanya kerap berkata, “Kami nggak minder, cuma beda sedikit aja.”

Putri dan Dewi menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya diangkat dalam kanal YouTube Sarah Wijayanto. Dalam tayangan itu, keduanya tampil santai, penuh tawa, dan sama sekali tidak memperlihatkan rasa rendah diri.

“Kami biasa aja. Kalau ada yang lihat aneh, ya biarin. Mereka nggak tahu perjuangan kami,” ujar Dewi sambil tersenyum.

Baca Juga: BSU 2025 Cair dalam Tiga Tahap, Kemenaker Jelaskan Proses dan Jadwal Pencairan

Kembar siam ini berbagi satu jantung dan satu lambung. Kondisi medis itu membuat dokter menyatakan keduanya tidak bisa dipisahkan sejak lahir. Namun di balik keterbatasan itu, mereka tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan optimistis.

Sejak kecil, Putri dan Dewi sering menjadi pusat perhatian di sekolah. Tidak sedikit teman sebaya yang memandang dengan rasa ingin tahu atau bahkan ejekan. Tapi mereka punya cara sendiri untuk menghadapi.

“Kalau dulu ada yang ngejek, aku malah ketawa. Buat apa marah, capek sendiri,” kata Putri ringan.

Baca Juga: BSU 2025 Cair Lagi? Begini Cara Cek Penerima Bantuan Subsidi Upah Lewat Aplikasi JMO

Keduanya sudah belajar menerima diri sejak dini, berkat didikan sang ayah, Irawan. Pria itu menjadi satu-satunya orang tua setelah istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

“Ayah selalu bilang, jangan malu sama keadaan. Tuhan kasih tubuh ini karena percaya kita kuat,” ujar Dewi, menirukan pesan sang ayah.

Pesan sederhana itu menjadi pondasi mental baja mereka. Putri dan Dewi tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi, tak pernah merasa menjadi beban. Mereka bahkan punya mimpi besar: bisa membahagiakan ayah dan menolong orang lain lewat kerja kerasnya.

Baca Juga: Transfer Dana Pusat Dipangkas Banyak, Pemkot Blitar Bakal Optimalkan DBHCHT

“Kalau nanti bisa sukses, aku mau umrohin Ayah,” kata Putri haru.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, keluarga kecil ini tak pernah kehilangan tawa. Rumah mereka di Garut sering dipenuhi suara canda dan nyanyian kecil. Putri dan Dewi gemar meniru gaya presenter atau selebritas televisi.

“Kadang kami latihan ngomong di depan kaca, pura-pura jadi pembawa acara,” ujar Dewi sambil tertawa lepas.

Kepribadian mereka yang ceria membuat banyak orang kagum. Tidak sedikit warganet yang mengaku tersentuh setelah menonton video mereka. Kolom komentar penuh ucapan semangat dan doa.

Baca Juga: Tiga Cabor Favorit di Kabupaten Blitar Sukses Seret Sejumlah Medali di Ajang Level Regional Tahun Ini

“Luar biasa kuatnya mereka. Saya aja yang normal belum tentu setegar itu,” tulis salah satu netizen.

Namun bagi Putri dan Dewi, kekuatan mental bukan berarti tidak pernah sedih. Ada saat-saat di mana mereka merasa lelah dan rindu memiliki kehidupan seperti orang lain. “Pernah nangis juga. Tapi kami sadar, setiap orang punya jalan masing-masing,” kata Putri.

Menurut psikolog klinis yang dihubungi terpisah, kondisi mental seperti yang ditunjukkan kembar siam ini merupakan hasil kombinasi dari penerimaan diri dan dukungan lingkungan. “Faktor keluarga, terutama ayah mereka, sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri anak,” ujarnya.

Irawan sendiri mengaku tak pernah menyesali keadaan anaknya. “Saya anggap ini hadiah, bukan ujian. Mereka spesial,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: BSU 2025 Masih Tahap Validasi, Kemenaker Pastikan Bantuan Rp600 Ribu Segera Cair

Kini, Putri dan Dewi mulai menapaki dunia hiburan. Mereka beberapa kali tampil di acara televisi dan menjadi tamu undangan di berbagai kanal YouTube. Meski begitu, popularitas tak membuat mereka lupa diri.

“Kami cuma pengin orang tahu kalau yang seperti kami juga bisa bahagia,” ujar Dewi.

Kembar siam ini pun memiliki banyak rencana untuk masa depan. Mereka ingin terus sekolah, menulis buku tentang pengalaman hidup, dan suatu hari nanti menjadi motivator bagi anak-anak lain yang merasa berbeda.

Baca Juga: Nyekar di Makam Bung Karno, Gubernur Jatim Khofifah Tanggapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat

“Kalau ada yang minder, aku pengin bilang: kamu juga bisa, asal percaya diri,” kata Putri mantap.

Kisah mereka bukan hanya tentang dua tubuh yang berbagi satu jantung, melainkan tentang dua jiwa yang memiliki satu kekuatan: keberanian menerima diri apa adanya.

Di akhir wawancara, Sarah Wijayanto bahkan tak kuasa menahan haru. “Kalian luar biasa,” ucapnya. Putri dan Dewi hanya tersenyum sambil menjawab, “Kami cuma mau bikin Ayah bangga.”

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#self love #inspiratif #garut #Mental Baja