BLITAR - Aksi balap liar yang kerap meresahkan warga Bumi Bung Karno masih terjadi. Buktinya, jajaran Satlantas Polres Blitar Kota kembali menjaring puluhan sepeda motor yang diduga untuk ajang trek-trekan.
Dalam razia besar yang digelar Sabtu (11/10/2025) malam hingga dini hari, petugas menindak 22 unit sepeda motor yang terlibat dalam aksi trek-trekan di sejumlah ruas jalan perkotaan. Operasi gabungan itu dipimpin langsung Wakapolres Blitar Kota, Kompol Subiyantana.
Operasi skala besar menyasar tiga wilayah kecamatan yakni Kepanjenkidul, Sukorejo, dan Sananwetan. Sejumlah titik yang disisir antara lain Jalan Merdeka, Jalan Melati, kawasan PIPP, Taman Kehati, Jalan Tanjung, Jalan Cemara, Jalan Bali, Jalan Kalimantan, hingga kawasan Kebonrojo dan Jalan Ir Soekarno.
“Kami gencarkan patroli malam dan operasi balap liar di titik-titik rawan. Hasilnya, sebanyak 22 motor, kami amankan dan ditilang,” jelas Kompol Subiyantana, Minggu (12/10/2025).
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, sebagian besar kendaraan yang diamankan tidak sesuai spesifikasi standar yang menimbulkan kebisingan. Selain itu, beberapa pengendara juga tidak bisa menunjukkan dokumen kendaraan lengkap. “Ada juga beberapa kendaraan yang belum ditilang karena masih kami lakukan pemeriksaan lanjutan. Tapi semuanya tetap kami data dan tindak sesuai aturan,” tambahnya.
Aksi balap liar disebut kerap terjadi pada malam hingga dini hari, terutama akhir pekan. Para pelaku didominasi anak muda usia belasan hingga awal dua puluhan tahun, yang memodifikasi kendaraannya untuk balapan di jalan umum.
Selain mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga, aksi itu juga sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Kompol Subiyantan menegaskan, kepolisian akan terus menindak tegas pengendara yang melakukan aksi balap liar. Dia juga berkomitmen menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) tetap kondusif.
“Kami imbau masyarakat, khususnya anak muda, jangan gunakan jalan umum untuk balapan. Bahayanya besar. Bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga pengguna jalan lain,” tegasnya.
Sementara itu, warga sekitar mengapresiasi langkah cepat kepolisian. Mereka berharap razia seperti ini dilakukan secara rutin, mengingat aksi balap liar sudah sering meresahkan.
“Kalau malam bising sekali, sering sampai lewat tengah malam. Semoga razia ini bikin mereka jera,” ujar Yusuf, warga yang tinggal di kawasan Jalan Bali, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah