Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pantai Jumpakis Tulungagung: Surga Tersembunyi Pendaratan Penyu di Tengah Hutan Jengglungharjo

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Senin, 13 Oktober 2025 | 19:40 WIB
Pantai Jumpakis Tulungagung: Surga Tersembunyi Pendaratan Penyu di Tengah Hutan Jengglungharjo
Pantai Jumpakis Tulungagung: Surga Tersembunyi Pendaratan Penyu di Tengah Hutan Jengglungharjo

BLITAR - Di ujung selatan Kabupaten Tulungagung, tersembunyi sebuah surga kecil bernama Pantai Jumpakis. Berlokasi di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, pantai ini dikenal sebagai tempat pendaratan penyu untuk bertelur.

Meski terpencil dan jauh dari permukiman, Jumpakis menyimpan pesona alam yang luar biasa indah dan masih sangat alami. Pantai ini dikelilingi hutan lebat serta perkebunan milik warga yang berdiri di atas lahan Perhutani.

Karena menjadi salah satu lokasi penting untuk konservasi penyu, pengelolaan kawasan dilakukan oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Sanggaria Desa Jengglungharjo. Tak hanya menjaga habitat penyu, kelompok ini juga berupaya mengenalkan Jumpakis sebagai wisata edukatif berbasis alam.

Keindahan Pantai Jumpakis: Pasir Putih dan Ombak Menggelegar

Meskipun memiliki garis pantai hanya sekitar 200 meter, keindahan Pantai Jumpakis tak kalah dengan pantai populer di Tulungagung lainnya. Diapit dua bukit hijau, pantai ini terlihat menawan dengan pasir putih di permukaan dan lapisan pasir besi berwarna hitam di bawahnya. Kombinasi warna ini menciptakan panorama eksotis yang jarang ditemukan di pantai lain.

Ombak besar dari Samudra Hindia tampak bergulung-gulung menghantam tebing di kedua sisi. Hantaman ombak menimbulkan cipratan air yang tinggi hingga membentuk kabut halus di udara menjadi pemandangan yang memanjakan mata para petualang yang datang ke sini.

Namun, wisatawan diingatkan agar tidak berenang atau bermain air karena ombaknya tergolong besar dan berbahaya. Meski begitu, panorama dan suasana tenangnya membuat Jumpakis cocok untuk wisata foto, menikmati senja, atau sekadar mencari ketenangan di alam terbuka.

Akses Sulit, Tapi Menantang untuk Pecinta Petualangan

Dua pengunjung asal Trenggalek, Risma Faizatul Lutfiya dan Rahma Lutfiyana, menceritakan pengalaman pertama mereka datang ke Jumpakis. “Pantainya bagus banget, airnya jernih, enggak ramai, enggak banyak orang. Tapi aksesnya luar biasa menantang, penuh pengalaman,” ujar Risma.

Perjalanan menuju lokasi memang tidak mudah. Wisatawan harus menempuh jalur berbukit dan melintasi area hutan serta kebun warga. Risma bersama lima temannya bahkan sempat meninggalkan sepeda motor di tengah perkebunan, karena medan yang terlalu berat untuk dilalui kendaraan.

Meski sudah ada beberapa netizen yang membagikan rute ke Pantai Jumpakis secara online, banyak jalur yang kini berubah. Rute lama yang diunggah tiga tahun lalu sudah tidak bisa digunakan karena warga membuat jalan setapak baru yang berbeda arah. “Kami sempat nyasar tiga kali,” kata Rahma sambil tertawa.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Sebut Peningkatan Kesejahteraan Guru Tak Hanya dari Nominal Gaji, Tapi Juga Lewat Ini

Ia menambahkan, keberadaan papan petunjuk arah sangat dibutuhkan agar wisatawan tidak tersesat. Sebab di tengah perjalanan, sinyal ponsel sama sekali tidak tersedia. “Kalau ada papan penunjuk, pasti wisatawan lebih mudah sampai tanpa harus muter-muter di kebun,” ujarnya.

Masih Alami, Tapi Perlu Perhatian Soal Sampah Laut

Meski aksesnya sulit, kebersihan Pantai Jumpakis patut diacungi jempol. Karena belum banyak dikunjungi orang, area pantai masih terlihat bersih dan alami. Namun, menurut Risma dan Rahma, ada sedikit sampah kiriman dari laut yang terdampar di bibir pantai.

“Sampahnya bukan dari pengunjung, tapi dari laut yang terbawa ombak,” ungkap Rahma. Untungnya, karena area pantai relatif kecil dan tertutup, volume sampah yang mendarat tidak terlalu banyak. Warga dan pengelola juga rutin membersihkan pantai untuk menjaga keasrian habitat penyu.

Konservasi dan Potensi Wisata Edukasi

Selain menjadi tempat wisata alam, Pantai Jumpakis Tulungagung punya nilai ekologis tinggi. Setiap tahun, sejumlah penyu laut mendarat di pantai ini untuk bertelur di pasir lembutnya. Aktivitas alami ini menjadikan Jumpakis sebagai lokasi penting bagi pelestarian satwa langka tersebut.

Pokdarwis Sanggaria terus berupaya mengenalkan potensi konservasi ini ke masyarakat. Mereka berharap ke depan, pemerintah daerah bisa membantu penyediaan akses jalan dan fasilitas pendukung seperti papan informasi, tempat istirahat, hingga pusat edukasi penyu.

Dengan dukungan yang tepat, Jumpakis berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan Tulungagung di sektor ekowisata — memadukan keindahan alam, konservasi satwa, dan petualangan khas hutan pantai selatan.

Perpaduan Alam, Petualangan, dan Edukasi

Pantai Jumpakis bukan sekadar tempat indah, tapi juga simbol harmoni antara manusia dan alam. Meski tersembunyi di balik perbukitan Jengglungharjo, keindahannya perlahan mulai dikenal publik berkat unggahan netizen dan konten kreator lokal.

“Perjalanannya memang melelahkan, tapi begitu sampai pantai, semua terbayar,” kata Risma menutup perbincangan.

Dengan panorama eksotis, udara segar, dan potensi edukatif, Pantai Jumpakis Tulungagung layak disebut sebagai permata tersembunyi di selatan Tulungagung.

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Anggi Septian A.P.
#Pantai Jumpakis Tulungagung #pokdarwis sanggaria #wisata tulungagung #konservasi penyu #Desa Jengglungharjo