Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peminat Vasektomi dan IUD di Kabupaten Blitar Rendah, DP3PAKB Kabupaten Blitar Ungkap Penyebabnya

Yanu Aribowo • Senin, 13 Oktober 2025 | 17:52 WIB

 

Peminat Vasektomi dan IUD di Kabupaten Blitar Rendah, DP3PAKB Kabupaten Blitar Ungkap Penyebabnya
Peminat Vasektomi dan IUD di Kabupaten Blitar Rendah, DP3PAKB Kabupaten Blitar Ungkap Penyebabnya

BLITAR – Minat masyarakat Kabupaten Blitar untuk menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang seperti vasektomi dan intra uterine device (IUD) masih tergolong rendah sepanjang 2025.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3PAKB) Kabupaten Blitar, hingga September 2025, hanya terdapat 16 orang yang memilih vasektomi dan sekitar 200 orang yang menggunakan IUD.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas P3PAKB Kabupaten Blitar, Ony Irawan menjelaskan, rendahnya angka penggunaan dua jenis kontrasepsi tersebut disebabkan oleh faktor persepsi dan kesadaran masyarakat. “Masyarakat cenderung tidak menghendaki menggunakan jenis alat kontrasepsi tersebut,” ujarnya.

Ony menyebut, sebagian besar pengguna IUD maupun vasektomi berasal dari kalangan usia 40 hingga 45 tahun. Rentang usia itu yang paling banyak menggunakan, karena mereka sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki.

Meski begitu, sebagian besar pasangan usia subur di Kabupaten Blitar tetap aktif menggunakan alat kontrasepsi lainnya. “Masyarakat masih banyak yang menggunakan pil kombinasi, kondom, hingga suntik kombinasi. Jadi program KB tetap berjalan efektif,” terangnya.

Ia menambahkan, alasan utama masyarakat enggan menggunakan IUD karena dianggap bersifat jangka panjang, sedangkan vasektomi dinilai terlalu permanen.

“Kalau IUD itu bisa bertahan sampai bertahun-tahun, jadi banyak yang khawatir. Sementara vasektomi bersifat permanen karena sudah tidak bisa reproduksi lagi,” imbuhnya.

Meski minat terhadap dua metode itu rendah, Ony memastikan program pengendalian kelahiran di Kabupaten Blitar tetap menunjukkan hasil positif. Sebagai informasi, angka kelahiran pada 2024 mencapai 10.761 jiwa, sedangkan hingga pertengahan 2025 hanya tercatat 5.337 jiwa.

Penurunan ini, kata Ony, menjadi bukti penggunaan alat kontrasepsi tetap efektif meski mayoritas masyarakat memilih jenis yang bersifat jangka pendek. “Artinya kesadaran masyarakat untuk menunda atau mengatur kehamilan tetap tinggi, meskipun mereka tidak memilih metode yang sifatnya permanen,” pungkasnya. (kho/ynu) (*)

Mbah Tarman saat klarifikasi melalui telefon.
Mbah Tarman saat klarifikasi melalui telefon.
Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : M. Subchan Abdullah
#alat kontrasepsi #jumlah anak #intra uterine device #vasektomi #rendah