BLITAR – Tiga nama pejabat telah resmi lolos seleksi calon sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Blitar. Saat ini hanya tinggal menunggu keputusan akhir dari Bupati Blitar Rijanto. Semua calon tentu tampil baik, tetapi patut dinanti sosok yang merebut hati bupati.
Ketiga calon sekda Kabupaten Blitar adalah Rully Wahyu Prasetyowanto, Inspektur Kabupaten Blitar; Khusna Lindarti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Pj Sekda Kabupaten Blitar; serta Priyo Suhartono, Sekda Kota Blitar.
Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama ini tinggal menunggu keputusan kepala daerah. Sesuai ketentuan, pemilihan sekda merupakan hak prerogatif bupati sehingga kini semua mata tertuju kepada orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut.
“Dari semua calon bagus-bagus, terbaik dari yang terbaik. Kami akan pilih yang paling sesuai. Kini masih menunggu rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata Bupati Blitar Rijanto, Senin (13/10/2025).
Meski belum mengumumkan pilihannya, dinamika politik dan birokrasi di lingkup Pemkab Blitar mulai hangat diperbincangkan. Nama Khusna Lindarti menjadi calon kuat yang menduduki kursi sekda definitif. Selain menjabat sebagai Pj sekda, Khusna dikenal memiliki hubungan dekat dengan Bupati Rijanto dan jam terbang yang panjang di pemerintahan.
Rijanto pun pernah menyebut Khusna sebagai sosok yang paham manajemen keuangan dan birokrasi. “Bu Khusna pernah menjabat di BPKAD cukup lama, jadi menguasai masalah anggaran. Selain itu, beliau juga berpengalaman sebagai camat selama 10 tahun dan pernah di inspektorat,” ujar Rijanto dalam kesempatan sebelumnya.
Namun, peluang tidak hanya dimiliki Khusna. Rully Wahyu Prasetyowanto, Inspektur Kabupaten Blitar, juga menjadi pesaing kuat. Sosok Rully dikenal dekat dengan kalangan legislatif dan memiliki pengalaman panjang dalam pengawasan pemerintahan. Sejak awal masa jabatan Rijanto, nama Rully kerap terlihat mendampingi kegiatan bupati, baik dalam agenda formal maupun inspeksi lapangan.
Sementara itu, nama Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono menjadi kejutan dalam daftar tiga besar meski berasal dari luar lingkungan Pemkab Blitar. Apalagi, Priyo dinilai memiliki komunikasi baik dengan berbagai pihak, termasuk Bupati Rijanto.
Hal ini menandakan adanya keterbukaan dalam proses seleksi. Pertemuan hangat antara Rijanto dan Priyo di sela kunjungan Gubernur Jawa Timur di Makam Bung Karno beberapa waktu lalu semakin memunculkan sinyal. Tentu sebelumnya mereka telah sering bertegur sapa dalam suatu acara yang sama.
Meski begitu, Bupati Rijanto menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara profesional dan berdasarkan rekomendasi panitia seleksi. “Dari panitia seleksi sudah berjalan sesuai mekanisme, hasilnya sudah dilaporkan ke kami. Sabar, menunggu rekomendasi BKN,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah