Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Kuliner Tersembunyi di Blitar yang Wajib Kamu Coba, dari Nasi Liwet Bu Sri hingga Nasi Babat Burahayu

Findika Pratama • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:00 WIB
5 Kuliner Tersembunyi di Blitar yang Wajib Kamu Coba, dari Nasi Liwet Bu Sri hingga Nasi Babat Burahayu
5 Kuliner Tersembunyi di Blitar yang Wajib Kamu Coba, dari Nasi Liwet Bu Sri hingga Nasi Babat Burahayu

BLITAR – Bicara soal kuliner, Kota Blitar tidak hanya terkenal dengan pecelnya yang legendaris. Di balik reputasi “Buminya Bung Karno” ini, ternyata tersembunyi deretan kuliner khas yang jarang terekspos namun punya cita rasa luar biasa. Dalam kanal YouTube Vita Cerita, sang kreator membagikan pengalaman menjelajahi lima kuliner tersembunyi di Blitar yang sayang jika dilewatkan saat berkunjung ke kota sejarah ini.

1. Nasi Liwet Bu Sri, Sumberjo Sanankulon

Kuliner pertama yang direkomendasikan adalah Nasi Liwet Bu Sri di Desa Sumberjo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar. Berbeda dari nasi liwet khas Solo, nasi liwet Bu Sri dimasak dengan teknik tradisional menggunakan tungku kayu bakar. Proses ini menghasilkan nasi yang lembek, harum, dan punya aroma khas daun pisang.

Sepiring nasi liwet biasanya disajikan bersama botok kemangi, botok luntas, dan sayur lodah, menciptakan perpaduan rasa gurih dan pedas yang memanjakan lidah. Namun, jangan datang terlalu siang. Warung Bu Sri hanya buka dari pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, karena setelah itu Bu Sri dan suaminya akan berjualan di Pasar Legi Blitar.

“Kalau datang kesiangan, bisa-bisa kehabisan,” ujar Vita dalam videonya.

2. Sop Ayam Babon Pak Gatot, di Belakang Kelenteng Kota Blitar

Bagi penggemar sop ayam, wajib mencoba Sop Ayam Babon Pak Gatot. Lokasinya unik, berada di emperan belakang Kelenteng Kota Blitar. Meski sederhana, rasa sopnya disebut “surga tersembunyi” oleh Vita Cerita.

Seporsi sop ayam disajikan dengan potongan daging ayam kampung betina tua (babon) dan kuah bening yang gurih alami. Potongan daun bawang dan taburan bawang goreng menambah cita rasa sedap.

Warung ini buka sejak pukul 06.00 pagi, dan biasanya sudah habis sebelum jam 08.00. Jadi, datanglah lebih awal agar tidak kecewa.

3. Nasi Pecel Mbok Marem, Jalan Sirah Kencong

Blitar memang identik dengan nasi pecel, namun Nasi Pecel Mbok Marem punya keunikan tersendiri. Warung ini berada di jalur menuju Perkebunan Teh Sirah Kencong, agak jauh dari pusat kota. Keistimewaannya terletak pada cara memasak yang masih menggunakan tungku kayu bakar.

Bumbu pecelnya terasa lebih smokey dan gurih, sementara gorengannya — seperti tempe dan rempeyek — disajikan hangat langsung dari wajan. Pemilik warung, Mbok Marem, dikenal ramah dan murah senyum.

Sudah berjualan sejak tahun 1970-an, Mbok Marem tetap melayani pelanggan dengan semangat. Tak heran jika warungnya kerap didatangi pejabat daerah hingga wisatawan luar kota yang rindu cita rasa pecel tempo dulu.

4. Iwak Kali Bu Sri di Pinggir Sungai Brantas

Rekomendasi berikutnya adalah kuliner tradisional khas pinggiran sungai, yakni Iwak Kali Bu Sri. Terletak di kawasan menuju penyeberangan Sungai Brantas, warung ini menyajikan aneka olahan ikan air tawar seperti patin, lele, dan nila, lengkap dengan sayur lodah pedas yang menggugah selera.

Yang menarik, pengunjung bisa memilih nasi pendamping sesuai selera: nasi putih, nasi tiwul, atau nasi ampok. Sambil menikmati hidangan, pengunjung bisa menyaksikan aktivitas warga yang menyeberang sungai menggunakan perahu kayu — pemandangan klasik yang jarang dijumpai di kota besar.

Meski sederhana, warung Bu Sri dikenal bersih dan nyaman, cocok bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin menikmati suasana khas pedesaan Blitar.

5. Nasi Babat Burahayu, Gurih Pedas Menggoda

Bagi penyuka kuliner pedas, jangan lewatkan Nasi Babat Burahayu. Di warung ini, potongan babat empuk disajikan dengan sambal korek pedas dan taburan serundeng gurih. Cita rasa gurih dan pedasnya berpadu sempurna, menggugah selera makan siapa pun yang mencicipinya.

Harga seporsinya pun sangat ramah di kantong — hanya sekitar Rp15.000. Rasa yang mantap, porsi yang mengenyangkan, dan harga yang terjangkau membuat warung Burahayu selalu ramai oleh pelanggan setia.

Blitar, Surganya Kuliner Tradisional

Lima kuliner ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner yang dimiliki Blitar. Kota yang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Bung Karno ini menyimpan banyak kuliner lokal otentik yang mempertahankan cita rasa asli.

Jadi, jika kamu berencana berkunjung ke Blitar, jangan lupa singgah ke salah satu rekomendasi kuliner tersembunyi versi Vita Cerita. Selain menggoyang lidah, kamu juga bisa merasakan keramahan khas warga Blitar yang selalu menyambut dengan senyum hangat

Editor : Anggi Septian A.P.
#Nasi Babat Burahayu #Nasi Pecel Mbok Marem #kuliner blitar #Sop Ayam Babon Pak Gatot #nasi liwet bu sri