BLITAR – Selain dikenal sebagai Kota Proklamator karena menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, ternyata Blitar juga menyimpan kekayaan wisata religi yang menawan. Tak hanya sarat nilai spiritual, berbagai destinasi ini juga memancarkan sejarah dan budaya yang kuat, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik hingga mancanegara.
Bagi Anda yang ingin berziarah sekaligus menikmati keindahan arsitektur dan nilai-nilai historis, berikut 12 rekomendasi wisata religi Blitar yang bisa masuk daftar kunjungan selanjutnya.
1. Makam Bung Karno, Ikon Wisata Religi Nasional
Makam Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pusara Bung Karno diapit oleh makam kedua orang tuanya dan menjadi destinasi utama ziarah nasional.
Tak hanya masyarakat umum, berbagai tokoh penting kerap berziarah ke sini, terutama menjelang Hari Kemerdekaan RI. Kawasan ini juga dilengkapi museum dan perpustakaan yang mengabadikan perjalanan hidup Sang Proklamator.
2. Makam Wali Brebes Mili di Srengat
Terletak di Dusun Bedali, Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, makam Wali Brebes Mili menjadi pusat ziarah bersejarah di Kabupaten Blitar. Di kompleks ini dimakamkan sejumlah ulama besar, seperti Mbah Kiai Raden Syakban Gembrang Serang dan Mbah Kiai Raden Muhammad Asrori, pendiri Pesantren Al-Asror. Tempat ini ramai dikunjungi terutama saat haul dan bulan Ramadan.
3. Makam Sunan Bungkuk di Kademangan
Syekh Bungkuk, dikenal sebagai Sunan Bungkuk, merupakan ulama penyebar Islam di wilayah Kademangan. Makamnya berada di puncak Gunung Gambing yang menjadi perbatasan Blitar dan Kediri. Suasana religius berpadu dengan panorama alam pegunungan menjadikan lokasi ini unik dan menenangkan.
4. Makam Syekh Abu Hasan, Ulama Kharismatik Kanigoro
Di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, terdapat makam Syekh Abu Hasan — pembabat alas Kuningan sekaligus pendiri Pesantren Nurul Huda pada 1830. Beliau dipercaya sebagai mantan prajurit Pangeran Diponegoro yang melarikan diri dari kejaran Belanda. Kini, makam ini menjadi destinasi ziarah religi Blitar yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
5. Makam Kiai Alif Ahmad Kasan di Bendo
Dikenal sebagai guru spiritual Ir. Soekarno, Mbah Bendo atau Kiai Alif Ahmad Kasan adalah tokoh ulama yang dihormati masyarakat. Makamnya berada di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Nilai sejarahnya kuat karena menjadi saksi hubungan spiritual antara Bung Karno dan guru agamanya.
6. Makam Syekh Sentono Dowo di Penataran
Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Ngelegok, makam Syekh Sentono Dowo diyakini sebagai rekan dakwah Syekh Subakir dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa. Kompleks makam ini juga menjadi tempat peristirahatan murid-murid Syekh Subakir yang menetap di Blitar.
7. Makam Adipati Aryo Blitar
Berlokasi di Jalan Pamungkur, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, makam ini menjadi tempat bersemayamnya Gusti Sudomo atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Haryo Balitar I. Beliau dikenal sebagai pendiri Kabupaten Blitar dan paman Raja Hamengkubuwono I dari Yogyakarta. Tak heran, situs ini sering dikunjungi wisatawan sejarah.
8. Makam Mbah Dimyati Selopuro
Mbah Dimyati, lahir pada 1900 di Dusun Baran, Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, merupakan ulama besar keturunan Sunan Geseng — murid Sunan Kalijaga. Makamnya menjadi destinasi spiritual bagi masyarakat yang ingin meneladani perjuangan dakwah beliau di Blitar Selatan.
9. Makam Syekh Abu Naim Fathullah
Berlokasi di Kedungbunder, Kecamatan Kademangan, Syekh Abu Naim Fathullah atau Raden Setro Manggolo merupakan keturunan ketujuh dari Sunan Tembayat di Klaten. Makam ini juga menjadi pengingat hubungan erat penyebaran Islam antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
10. Makam Kiai Imam Bukhari
Mbah Bestir atau Kiai Imam Bukhari dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Maftahul Ulum di Desa Jatinom, Kanigoro. Tokoh sufi kelahiran Yogyakarta tahun 1823 ini merupakan sosok alim yang berperan penting dalam pendidikan Islam di Blitar.
11. Masjid Agung Blitar
Dibangun pada 1820, Masjid Agung Blitar berdiri megah di barat alun-alun kota. Meski kini tampil modern, bagian dalamnya masih menyimpan nuansa arsitektur klasik dari kayu jati yang memancarkan keanggunan dan ketenangan. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan ikon sejarah kota.
12. Masjid Ar-Rahman, Masjid Modern nan Megah
Masjid Ar-Rahman di Jalan Ciliwung, Kecamatan Kepanjen Kidul, menjadi simbol kemegahan wisata religi Blitar masa kini. Dibangun pada 2018 dan diresmikan setahun kemudian, desainnya terinspirasi Masjid Nabawi di Madinah. Fasilitasnya modern, dari karpet empuk hingga kiswah asli dari Museum Ka'bah. Masjid dua lantai ini mampu menampung hingga 3.000 jemaah.
Dari makam para wali hingga masjid bersejarah, seluruh destinasi ini menunjukkan bahwa wisata religi Blitar bukan hanya tentang ziarah, tetapi juga perjalanan spiritual, sejarah, dan kebanggaan budaya. Blitar terus membuktikan diri sebagai kota yang kaya nilai dan layak dikunjungi oleh siapa pun yang mencari ketenangan sekaligus pelajaran hidup.
Editor : Anggi Septian A.P.