BLITAR – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti rombongan pensiunan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang menggelar wisata religi ke Kota Blitar. Perjalanan spiritual ini menjadi ajang silaturahmi, napak tilas sejarah, dan pengingat untuk selalu bersyukur di masa tua.
Rombongan yang berjumlah sekitar 50 orang itu berangkat dari Surabaya menggunakan kereta api ekonomi Penataran pada pukul 08.23 WIB. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, mereka tiba di Stasiun Blitar pukul 13.15 WIB dengan wajah penuh semangat.
Menikmati Kebersamaan dan Cita Rasa Blitar
Setibanya di Blitar, rombongan lansia produktif ini melanjutkan perjalanan keliling kota menggunakan bus wisata. Tujuan pertama bukan langsung ke makam, melainkan menikmati makan siang bersama di Rumah Makan Es Mini — salah satu kuliner legendaris Blitar yang dikenal dengan menu tradisionalnya.
“Perut kenyang, hati senang, baru ziarah lancar,” ujar Nini Cucu, salah satu peserta yang juga pemilik channel Masa Tua Bahagia, dalam vlognya. Setelah santap siang, mereka melanjutkan perjalanan menuju destinasi pertama: Masjid Ar-Rahman, ikon baru wisata religi Blitar.
Masjid Ar-Rahman: Replika Masjidil Haram di Kota Blitar
Masjid megah yang terletak di Jalan Ciliwung, Kecamatan Kepanjen Kidul, ini menyita perhatian rombongan. Arsitektur dan ornamen di dalamnya menyerupai Masjidil Haram di Makkah. Bahkan, aroma wewangian khas Timur Tengah membuat suasana semakin khusyuk.
“Kami memilih Masjid Ar-Rahman karena ornamennya seperti Masjidil Haram. Ada replika pintu Ka’bah, monumen Al-Qur’an, dan bahkan replika makam Nabi Ibrahim,” tutur Nini Cucu dalam video dokumenternya.
Masjid ini juga memutarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan irama khas Makkah dan Madinah. Tak sedikit jamaah yang mengaku merinding karena suasananya mengingatkan mereka pada Tanah Suci. Setelah menunaikan salat zuhur dan asar berjamaah, para peserta mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto bersama di halaman masjid yang megah itu.
Ziarah dan Doa Bersama di Makam Bung Karno
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Makam Bung Karno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia yang dimakamkan di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Rombongan sempat berencana mengunjungi Museum Bung Karno, namun karena waktu sudah sore, museum telah tutup.
Namun, hal itu tak mengurangi semangat mereka untuk berdoa dan berziarah. Kebetulan saat tiba di area makam, ada rombongan pondok pesantren yang sedang berdoa bersama. Para pensiunan pun bergabung dalam doa bersama tersebut. Suara tahlil dan salawat menggema khusyuk di kompleks pemakaman.
“Ada dua manfaat dari ziarah ke Kota Blitar ini. Pertama, kami bisa beribadah di masjid yang mengingatkan suasana Masjidil Haram, dan kedua, kami bisa bersedekah doa kepada pahlawan bangsa, Bung Karno,” ungkap Nini Cucu dengan penuh haru.
Kenangan Manis di Pasar UMKM Blitar
Selesai berdoa, rombongan keluar melewati area pasar UMKM yang berada di sekitar makam. Meski jalannya sempit, suasana pasar sangat ramai. Pedagang menjajakan aneka oleh-oleh khas Blitar mulai dari camilan, kerajinan tangan, hingga suvenir bertema Bung Karno.
Beberapa peserta tampak antusias berbelanja buah tangan untuk keluarga di rumah. “Pasarnya sempit tapi ramai. Walau agak bising, tetap seru,” kata salah satu peserta sambil tertawa.
Wisata Religi yang Menyentuh Hati
Rangkaian wisata religi Blitar ini menjadi momen reflektif bagi para pensiunan yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan. Selain mengenang jasa pahlawan, mereka juga menemukan ketenangan batin dan mempererat kebersamaan.
“Banyak kenangan indah yang kami dapat. Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, tapi juga perjalanan jiwa,” tutup Nini Cucu dalam vlognya sebelum berpamitan, menutup perjalanan dengan ucapan Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Melalui perjalanan sederhana ini, Blitar kembali membuktikan diri sebagai kota penuh sejarah, spiritualitas, dan kehangatan budaya. Tak heran jika wisata religi di kota ini selalu menjadi magnet bagi rombongan dari berbagai daerah.
Editor : Anggi Septian A.P.