Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hujan Angin di Blitar Hancurkan Atap Stadion Gelora Panataran Nglegok, Begini Kondisi Terkini

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:25 WIB

 

RUSAK PARAH: Kondisi Stadion Gelora Panataran Nglegok rusak parah akibat cuaca ekstrem pada Selasa (14/10/2025) sore.
RUSAK PARAH: Kondisi Stadion Gelora Panataran Nglegok rusak parah akibat cuaca ekstrem pada Selasa (14/10/2025) sore.

BLITAR – Atap tribun penonton Stadion Gelora Panataran terhempas angin puting beliung. ‎Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 15.41 WIB, saat wilayah Kecamatan Ngelegok dan sekitarnya diguyur hujan deras. Dampaknya, atap tribun tertiup angin hingga jatuh di pelataran stadion.

‎‎Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus menyampaikan, saat kejadian angin dari arah timur dengan intensitas yang besar. Bahkan bangku cadangan pun terbalik. ‎Pihaknya menyebut, kejadian tersebut merupakan murni akibat bencana alam. ‎"Jadi ini memang karena bencana alam, tadi atap memang tertiup angin," katanya.

‎‎Berdasarkan pantauan di lapangan, bahan atap dan menggunakan rangka besi itu tampak sudah berserakan di halaman stadion. ‎Meskipun demikian, dari pemantauan awal diketahui tidak ada kerusakan di bagian dalam stadion. ‎"Kalau di dalam sementara ini tidak ada kerusakan," terangnya.

‎‎Sebagai informasi, bagian pelataran tersebut juga digunakan sebagai sarana olahraga dan kegiatan lain dari warga sekitar. Dia berharap, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa runtuhnya atap stadion tersebut. ‎"Di bawah itu ada orang atau tidak, kami tidak tahu. Saat ini memang masih dalam tahap pemantauan dan semoga tidak ada korban," harap Anindya.

‎‎Dirinya menyampaikan, diperlukan bantuan alat berat untuk membereskan puing-puing dari atap stadion yang jatuh. ‎Di sisi lain, sebenarnya stadion ini merupakan bangunan hasil pengadaan enam tahun silam. ‎"Ini pengadaannya sekitar 2019. Jadi ini memang karena bencana alam yang tidak kita harapkan,” jelasnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, cuaca ekstrem melanda kawasan Wisata Bon C, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Senin (13/10/2925) sore. Hujan deras disertai butiran es dan angin kencang berputar terjadi selama sekitar 15 menit.

Peristiwa itu menyebabkan belasan rumah warga rusak ringan hingga sejumlah pohon tumbang. Pengelola Wisata Bon C terlihat membersihkan material pohon tumbang, pada Selasa (14/10/2025) pagi. Ada enam pohon tumbang yang dirapikan. Dampaknya, tempat wisata itu dilakukan penutupan sementara hingga kondisi membaik

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Bajoe Poerna Siswa Raharja menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Wilayah Petung Ombo, Dusun Sumberejo, Desa Karangrejo yang menjadi lokasi wisata BON C, mendadak diguyur hujan es dan angin berkecepatan tinggi.

Hal itu, tentu membuat pengunjung wisata panik berlarian menyelamatkan diri. “Akibatnya, ada beberapa pohon tumbang di Wisata Bon C. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap, sejumlah pohon tumbang di sekitar permukiman dan area wisata, serta akses jalan sempat tertutup,” ujarnya.

Bajoe melanjutkan, tiang listrik PLN juga roboh karena tertimpa pohon, menyebabkan aliran listrik sempat terganggu di sebagian wilayah Garum. BPBD langsung menurunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan pembersihan material pohon tumbang bersama warga, perangkat desa, serta TNI-Polri.

Dari hasil pendataan, 15 rumah warga di Dusun Sumberejo mengalami kerusakan ringan. Selain itu, atap ruang kelas SDN Karangrejo 03 serta fasilitas Wisata Bon C juga rusak akibat tertimpa pohon. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kami sudah melakukan pembersihan. Tidak hanya itu, juga melakukan koordinasi dengan pihak desa dan PLN untuk pemulihan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Kami sudah siaga 24 jam, dan warga bisa segera melapor ke BPBD,” tegasnya.

Salah satu saksi mata, Lilik Winarni, 56, pengelola warung di kawasan Wisata Bon C menceritakan momen menegangkan itu. Peristiwa bencana alam ini membuat pengelola wisata panik, karena ada enam pohon tumbang. Bahkan saat itu, masih ada sekitar 10 pengujung berada di lokasi kejadian.

“Awalnya langit gelap, lalu terdengar suara kletak-kletak-kletak di atap. Ternyata hujan es, sebesar ujung jari, banyak sekali. Tidak lama, angin datang berputar, pohon besar sampai tumbang bersama akarnya,” ujarnya kepada wartawan.

Saat kejadian, kata Lilik, ada sekitar 10 pengunjung di lokasi wisata. Semuanya panik dan segera berlindung di warung utama. Pihaknya memanggil semua pengunjung ke warungnya, supaya aman.

Untungnya tidak ada yang terluka dalam kejadian ini. Lilik mengaku, fenomena hujan es memang pernah terjadi sebelumnya, namun tidak sebesar kali ini. “Biasanya aman-aman saja, hujan biasa. Ini pertama kali lihat hujan es sebesar itu dan angin sekuat kemarin,” pungkasnya. (jar/kho/ynu) (*)

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : M. Subchan Abdullah
#Stadion Gelora Panataran #Kecamatan Nglegok #hujan deras #angin puting beliung