Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pergeseran Zaman Serba Online, Nasib Trayek MPU di Kabupaten Blitar Tinggal Kenangan

Yanu Aribowo • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:00 WIB

 

Pergeseran Zaman Serba Online, Nasib Trayek MPU di Kabupaten Blitar Tinggal Kenangan
Pergeseran Zaman Serba Online, Nasib Trayek MPU di Kabupaten Blitar Tinggal Kenangan

BLITAR – Moda transportasi angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU) di Kabupaten Blitar kini nyaris tak terdengar lagi. ‎Dulu MPU menjadi andalan masyarakat untuk bepergian antarkecamatan, kini keberadaannya perlahan hilang ditelan perkembangan zaman.

‎‎Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati menyebut, trayek MPU di wilayahnya kini sudah tidak beroperasi sama sekali. Untuk saat ini sudah tidak ada lagi MPU yang aktif beroperasi di Kabupaten Blitar.

Sejak 2021, jumlah trayek yang masih tersisa hanya dua jalur, yakni Kademangan–Gawang–Bakung dan Wlingi–Semen–Kresik. ‎Namun, kini kedua trayek tersebut telah berhenti beroperasi karena tidak ada perpanjangan izin dari para pemilik kendaraan. “Sudah tidak ada lagi MPU yang memperpanjang izin trayeknya, jadi otomatis sudah tidak aktif,” jelasnya.

‎‎Kondisi tersebut membuat sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor angkutan umum ikut menurun. ‎Dishub Kabupaten Blitar kini hanya mengandalkan pemasukan dari kios terminal, karena tidak ada lagi retribusi dari trayek maupun parkir MPU. “PAD yang masuk hanya dari kios terminal, bukan dari operasional trayek,” imbuh Anik.

‎‎Dirinya juga menyampaikan, angkutan yang saat ini masih tampak beroperasi merupakan angkutan antar kota yang operasionalnya merupakan ranah dari pemerintah provinsi. ‎"Sekarang tinggal angkutan antarkota. Itu bukan ranah kami, tapi perizinannya ada di pemerintah provinsi," sambungnya.

‎‎Fenomena ini, lanjutnya, tidak lepas dari pergeseran tren transportasi masyarakat. ‎Warga kini lebih memilih kendaraan pribadi dan layanan ojek online (ojol) yang dinilai lebih fleksibel dan cepat.

Persaingan dengan kendaraan pribadi dan transportasi daring membuat MPU kalah saing. ‎Padahal, di masa jayanya, MPU menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, menghubungkan berbagai wilayah pedesaan hingga perkotaan di Kabupaten Blitar.

‎‎Kini, jalanan yang dulu ramai dengan angkutan berwarna mencolok itu tinggal menyisakan cerita nostalgia bagi masyarakat yang pernah merasakannya. ‎Pemerintah daerah pun belum berencana menghidupkan kembali layanan MPU.

Fokus Dishub saat ini adalah mengatur pola transportasi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. “Kami sesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat sekarang,” pungkas Anik. (kho/ynu) (*)

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : M. Subchan Abdullah
#Andalan Masyarakat #Kabupaten Blitar #mobil penumpang umum #Tidak Beroperasi #angkutan umum