BLITAR – Tingkat kegemaran membaca (TKM) dan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) Kabupaten Blitar menunjukkan adanya peningkatan. Tren perkembangan positif tersebut dapat dilihat dalam tiga tahun terakhir. Meski begitu, peningkatan IPLM masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar, Jumali menjelaskan, angka TKM Kabupaten Blitar pada 2024 mencapai 70,68 poin. Angka tersebut naik signifikan dari tahun sebelumnya yaitu 62,5 poin pada 2023 dan 59,6 poin pada 2022.
Berdasarkan hal itu, dia menilai minat baca pada masyarakat Kabupaten Blitar terus membaik setiap tahun. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat terus tumbuh,” jelasnya.
Menurut Jumali, faktor pembentuk (FP) TKM mencakup frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, serta frekuensi dan durasi akses internet. Namun, kelemahan masih terlihat pada aspek jumlah buku yang dibaca karena sebagian masyarakat belum menyelesaikan bacaan secara tuntas.
Kondisi demikian tentu saja menjadi sorotan tersendiri bagi Dispusip Kabupaten Blitar. “Masih banyak yang membaca setengah jalan, belum sampai tamat. Ini jadi perhatian kami,” ujarnya.
Sementara itu, IPLM Kabupaten Blitar mengalami fluktuasi. Pada 2023, nilainya mencapai 69,95 poin, tetapi menurun menjadi 61,15 poin pada 2024. Meskipun demikian, dispusip menilai capaian tersebut masih dalam kategori cukup baik dan terus berupaya memperkuat fondasi literasi di berbagai lini masyarakat.
“Faktor pembentuk IPLM terdiri dari unsur pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan harian, serta pembinaan sesuai standar nasional. Selain itu juga dilihat dari keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi dan jumlah anggota perpustakaan,” terang Jumali.
Dia menambahkan, capaian literasi tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dan mengakses informasi.
Dia juga terus memperluas layanan perpustakaan keliling dan digital agar literasi dapat menjangkau wilayah pedesaan. “Target kami 2025, selain meningkatkan TKM dan IPLM, juga memastikan semua kecamatan memiliki akses literasi yang merata,” pungkasnya. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah