Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Eksperimen CERN dan Teori Einstein Picu Perdebatan: Benarkah Multiverse Itu Nyata?

Axsha Zazhika • Minggu, 19 Oktober 2025 | 04:30 WIB

 

 

Eksperimen CERN dan Teori Einstein Picu Perdebatan: Benarkah Multiverse Itu Nyata?
Eksperimen CERN dan Teori Einstein Picu Perdebatan: Benarkah Multiverse Itu Nyata?

BLITAR – Gagasan tentang multiverse atau alam semesta paralel kembali ramai diperbincangkan usai eksperimen terbaru CERN di Eropa disebut-sebut berpotensi membuka portal menuju dimensi lain. Fenomena ini sontak memicu kembali perdebatan lama di kalangan ilmuwan dan penggemar teori konspirasi: benarkah multiverse itu nyata?

Multiverse adalah gagasan bahwa alam semesta kita bukan satu-satunya, melainkan hanya satu dari banyak semesta yang eksis secara paralel dengan hukum fisika dan kondisi yang berbeda-beda. Dalam video yang diunggah kanal YouTube Nerror, kreator konten Nessie menjelaskan sejumlah teori ilmiah dan bukti yang diyakini sebagian orang sebagai indikasi keberadaan multiverse.

Dari Einstein hingga CERN

Menurut Nassi, gagasan tentang dunia paralel bukan hal baru. Sejak abad ke-5 sebelum Masehi, filsuf Yunani seperti Leucippus dan Demokritus sudah menyinggung kemungkinan adanya dunia lain. Namun, konsep modernnya mulai diperkuat lewat teori fisika Albert Einstein dan Nathan Rosen pada tahun 1935 melalui teori wormhole atau lubang cacing—terowongan ruang-waktu yang secara matematis bisa menghubungkan dua alam semesta berbeda.

Eksperimen besar kemudian dilakukan oleh CERN, organisasi nuklir Eropa, menggunakan mesin Large Hadron Collider (LHC). Alat ini menabrakkan proton berenergi tinggi untuk meneliti asal-usul alam semesta. Sejumlah teori konspirasi bahkan menuding eksperimen LHC telah membuka portal menuju dimensi lain. Meski belum ada bukti ilmiah yang kuat, isu ini terus menarik perhatian publik.

Beragam Teori Tentang Multiverse

Selain teori Einstein, ada juga konsep Many Worlds Interpretation dari Hugh Everett (1957) yang menyatakan setiap keputusan manusia menciptakan semesta baru dengan hasil berbeda. Artinya, di alam semesta lain mungkin ada versi diri kita yang menjalani kehidupan berbeda.

Fisikawan dari MIT, Max Tegmark, membagi konsep multiverse menjadi beberapa level. Misalnya, Multiverse Level 3 menggambarkan realitas bercabang yang eksis secara bersamaan. Sementara String Theory menjelaskan bahwa alam semesta terdiri dari partikel mirip tali bergetar yang menghasilkan hukum fisika berbeda di tiap dimensi.

Ada pula Cosmic Inflation Theory dari Alexander Vilenkin yang menyebut bahwa setelah Big Bang, tercipta banyak “gelembung semesta”, dan bumi hanyalah salah satunya. Sementara Stephen Hawking dalam teorinya A Smooth Exit from Eternal Inflation menilai semua alam semesta mungkin memiliki karakter fisika yang mirip satu sama lain sehingga dapat mendukung kehidupan.

Fenomena Misterius yang Memicu Spekulasi

Berbagai fenomena alam dan kejadian aneh di dunia sering dikaitkan dengan keberadaan multiverse. Salah satunya adalah eksperimen Anita buatan NASA di Antartika yang mendeteksi partikel berenergi tinggi muncul dari dalam bumi—sesuatu yang tidak sesuai hukum fisika kita. Beberapa ilmuwan menduga partikel itu bisa saja berasal dari dimensi lain.

Kisah-kisah seperti Missing 411, yaitu hilangnya orang-orang secara misterius di taman nasional Amerika, juga sering dikaitkan dengan kemungkinan portal antar dimensi. Mantan agen FBI John De Souza bahkan percaya bahwa kasus orang hilang itu terkait makhluk dari dimensi lain.

Fenomena deja-vu juga masuk daftar bukti potensial. Banyak yang meyakini rasa “pernah mengalami” sesuatu bisa jadi karena tumpang tindih realitas antara dua semesta berbeda. Begitu pula foto viral yang diambil fotografer Belanda, Harry Perton, pada 2015 yang memperlihatkan cahaya misterius di langit Groningen, dipercaya sebagian warganet sebagai portal antar semesta.

Sinyal Misterius dari Luar Angkasa

Dari sisi astronomi, ilmuwan juga menemukan fenomena Fast Radio Burst (FRB) — semburan gelombang radio sangat kuat dari galaksi jauh yang berlangsung kurang dari satu detik namun mengandung energi setara matahari selama tiga hari. Sebagian peneliti menduga sinyal ini mungkin berasal dari semesta lain.

Meski begitu, mayoritas ilmuwan tetap berhati-hati menyikapi teori multiverse. Hingga kini belum ada bukti empiris yang membenarkan keberadaannya. Namun, kemajuan teknologi seperti LHC memberi harapan bahwa suatu hari misteri ini mungkin bisa terjawab.

Apakah multiverse benar-benar nyata, atau hanya teori menarik yang diperkuat oleh film-film seperti Doctor Strange dan Everything Everywhere All At Once? Bagi banyak orang, pertanyaan ini tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sains modern.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#teori konspirasi #multiverse #alam semesta paralel #CERN