Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dokter Forensik Ungkap Kisah Mistis dan Nilai Kemanusiaan di Balik Ruang Otopsi

Sarulloh Adi Prayoga • Minggu, 19 Oktober 2025 | 06:00 WIB

Dokter Forensik Ungkap Kisah Mistis dan Nilai Kemanusiaan di Balik Ruang Otopsi
Dokter Forensik Ungkap Kisah Mistis dan Nilai Kemanusiaan di Balik Ruang Otopsi

BLITAR KAWENTAR— Seorang dokter forensik, dr. Stefani, membagikan pengalaman tak terlupakan selama bertahun-tahun menangani ribuan jenazah. Melalui wawancara di kanal YouTube RJ5 bersama Fajar Aditya, ia mengungkap sisi lain profesi forensik yang jarang diketahui publik — mulai dari dedikasi ilmiah hingga pengalaman mistis di ruang otopsi.

Siapa dan Apa yang Terjadi

Dr. Stefani adalah dokter forensik yang telah berpraktik sejak 2012. Ia menuturkan bahwa pekerjaannya bukan hanya soal menganalisis penyebab kematian, tetapi juga tentang menghormati setiap jenazah sebagai pasien terakhirnya.
“Biarpun sudah meninggal, mereka tetap pasien saya. Saya harus menolong, menghormati, dan memastikan penyebab kematiannya jelas,” ujarnya.

Dalam wawancara berdurasi lebih dari satu jam itu, dr. Stefani mengisahkan sejumlah peristiwa yang menurutnya tak bisa dijelaskan secara ilmiah, namun meninggalkan kesan mendalam.

Baca Juga: Ritual Mistis di Air Terjun Sedudo Nganjuk Setiap 1 Suro Bikin Geger

Kasus yang Membekas

Salah satu kisah yang ia ceritakan adalah penanganan jenazah seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di sungai. Saat sang ibu datang membawa boneka kesayangan anaknya untuk dimasukkan ke dalam peti, terjadi kejadian janggal di ruang otopsi.
“Boneka yang semula saya letakkan di meja tiba-tiba berubah posisi menjadi duduk, seolah-olah sedang disisir dan sudah diberi pita rambut,” kenangnya.
Bagi dr. Stefani, peristiwa itu menjadi simbol kasih sayang ibu dan anak yang bahkan tidak terputus oleh kematian.

Fenomena Tak Terjelaskan

Kisah lain datang dari pengalaman pribadinya saat tinggal di sebuah kota kecil. Ia pernah disapa oleh seorang pria tua di depan rumah pada malam hari. Namun, keesokan paginya warga memberitahu bahwa pria tersebut telah meninggal tiga hari sebelumnya.
“Saya jelas mendengar suaranya dan menjawab sapaannya. Tapi ternyata beliau sudah meninggal,” ucapnya.

Baca Juga: Misteri Sosok Rambut Gimbal: Kisah Nyata yang Dialami Keluarga di Lampung

Ia juga pernah menghadapi kasus seorang pria yang tubuhnya melepuh seperti luka bakar parah. Secara medis, kasus itu dikategorikan sebagai Stevens-Johnson Syndrome, namun keluarga meyakini penyakit itu akibat pelanggaran sumpah dalam ilmu bela diri yang dikuasai korban.

Makna di Balik Profesi

Meski sering berhadapan dengan kematian, dr. Stefani menegaskan bahwa pekerjaannya tetap berorientasi pada kemanusiaan. Ia melihat kematian bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan bagian dari tugas membantu korban mendapatkan keadilan.
“Forensik bukan hanya tentang kematian, tapi tentang bagaimana manusia terakhir kali bercerita lewat tubuhnya,” kata dia.

Mengapa Kisah Ini Penting

Dalam konteks sosial yang lebih luas, kisah dr. Stefani membuka pandangan baru tentang profesi dokter forensik di Indonesia. Di tengah stigma bahwa ruang forensik identik dengan hal mistis, dr. Stefani menunjukkan bahwa di balik itu terdapat nilai ilmiah, empati, dan moral tinggi.

Baca Juga: Kisah Horor Nyata: Rahasia Mengerikan di Kamar Kos Nomor 3 Malang

Kisahnya juga menjadi refleksi tentang kemanusiaan: bahwa kasih, penyesalan, dan kejujuran tetap hidup bahkan setelah kematian datang.

Editor : M. Subchan Abdullah
#dokter #horor #Ruang Otopsi