BLITAR – Hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Nglegok dan sekitarnya pada Selasa (14/10/2025) lalu, hingga membuat atap Stadion Gelora Panataran roboh, juga membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar waswas.
Pasalnya di Kota Blitar juga berdiri Stadion Soepriadi yang tahun lalu dimanfaatkan untuk kompetisi BRI Liga 1.
Dispora tidak ingin peristiwa yang terjadi Stadion Gelora Panataran juga menimpa stadion kebanggaan warga Bumi Bung Karno. Karena itu, pemeliharaan atau perbaikan atap tribun dilakukan secara berkala demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Ya, perbaikan segera kami lakukan karena bagian atap yang lama kerap rusak akibat panas, hujan, dan angin kencang,” kata Kepala Dispora Kota Blitar, M. Aminurcholis, kemarin (17/10).
Dia mengatakan, perawatan kali ini difokuskan pada penggantian bahan kanopi dengan galvalum tebal agar lebih kuat dan tahan lama.
“Anggarannya sekitar Rp 8 juta. Kanopi tribunnya ini sudah beberapa tahun lalu. Jika tak salah sejak 2017. Kalau kena panas atau hujan sering pecah atau jebol, kemarin juga sempat rusak karena angin,” ujarnya.
Menurut Cholis, penggunaan galvalum dipilih karena lebih efisien dan tidak memerlukan perbaikan rutin. Selain itu juga dijamin lebih awet alias tahan lama.
“Kalau pakai kanopi biasa, boros, cepat rusak. Kalau galvalum bisa awet. Semua sudah kami pertimbangkan,” jelasnya.
Sebelumnya, kanopi sempat diterjang angin dan beberapa bagian jebol sebelum akhirnya diganti dengan galvalum yang lebih tebal.
“Menurut saya, kalau pakai kanopi biasa akan boros karena tidak kuat menghadapi cuaca yang tidak menentu. Makanya kami ganti dengan galvalum tebal, supaya kalau kena hujan lebat atau diterjang angin tetap kuat. Jadi tidak perlu sering ganti biar tahan lama,” tutupnya. (sub/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah