Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

APBD Kabupaten Blitar 2026 Turun Rp 309 Miliar, Jadi Tantangan Berat Sekda Baru

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:28 WIB
APBD Kabupaten Blitar 2026 Turun Rp 309 Miliar, Jadi Tantangan Berat Sekda Baru
APBD Kabupaten Blitar 2026 Turun Rp 309 Miliar, Jadi Tantangan Berat Sekda Baru

BLITAR – Pengelolaan keuangan daerah tahun depan menjadi ujian besar bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar yang baru, Khusna Lindarti.

Pasalnya, alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 mengalami penurunan cukup tajam hingga Rp 309 miliar dibandingkan dengan kebijakan umum anggaran dan prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS).

Khusna mengatakan, penurunan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai berbagai program prioritas.

Bahkan, efisiensi besar-besaran akan dilakukan di hampir seluruh sektor, termasuk kegiatan operasional rutin.

“Tantangan terberat saat ini adalah turunnya APBD. Karena itu, kami melakukan efisiensi besar-besaran. Contohnya, rapat nanti cukup dengan snack, tidak ada makan besar,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Khusna, efisiensi akan difokuskan pada kegiatan yang tidak mendesak atau bisa ditunda.

Anggaran dari pos tersebut dialihkan ke program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama perbaikan infrastruktur jalan.

“Infrastruktur masih menjadi prioritas utama karena paling dirasakan masyarakat. Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) juga masih membahas bersama DPRD terhadap pergeseran program,” tambahnya.

Dia menyebutkan, efisiensi akan mencakup berbagai pos belanja seperti konsumsi rapat, perjalanan dinas, dan kegiatan seremonial.

Pemkab Blitar akan memusatkan alokasi anggaran pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

“Kalau perlu rapat tanpa konsumsi, hanya air putih. Sedangkan perjalanan dinas pasti turun banyak, bahkan mungkin hampir tidak ada. Ini konsekuensi dari penurunan anggaran,” ungkapnya.

Meski begitu, Pemkab Blitar tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan pembangunan. Pihaknya juga berupaya menutup kekurangan dana dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui potensi baru.

“Ada tiga langkah utama, yaitu mengoptimalkan PAD, mengurangi belanja rutin, dan memangkas perjalanan dinas. Itu yang pasti kami lakukan,” pungkasnya.(jar/ynu) (*)

logo SC 2025
logo SC 2025
Editor : M. Subchan Abdullah
#keuangan daerah #Pengelolaan #sekretaris daerah #anggaran #APBD