Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Gelar Literasi Fashion Design: Saatnya Regenerasi Fashion Designer Blitar Raya

Yanu Aribowo • Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:00 WIB
ILMU BERMANFAAT: Para peserta Literasi Fashion Design diajak praktik berbagai teknik sulam pada Rabu (22/10/2025).
ILMU BERMANFAAT: Para peserta Literasi Fashion Design diajak praktik berbagai teknik sulam pada Rabu (22/10/2025).

BLITARFrom ldea to Market with Hand Embroidery Application menjadi tema penting dalam Literasi Fashion Design yang berlangsung selama dua hari pada Selasa (21/10/2025) dan Rabu (22/10/2025).

Auditorium Sukarno lantai tiga UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar menjadi lokasi transfer ilmu dari pemateri, Yuliana Fitri, founder & designer Aruna. Sebanyak 100 peserta dari Blitar Raya dan sekitarnya antusias mengikuti wujud nyata Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) serta slogan Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa. Harapannya, agenda ini menjadi momen regenerasi fashion designer yang lahir dari Blitar Raya.

Literasi Fashion Design merupakan rangkaian literasi yang digelar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno secara berkala dengan tema yang berbeda.

Selama dua hari, Yuliana Fitri memberikan banyak materi penting seputar fashion design. Di antaranya adalah enam jenis utama fashion sketch yang umum digunakan dalam dunia desain fashion profesional. Yakni, (1) fashion illustration untuk menyampaikan mood dan estetika koleksi fashion, (2) flat sketch tentang spesifikasi teknis untuk produksi, (3) working sketch untuk mengeksplorasi awal ide desain, (4) digital sketch untuk efisiensi dan visualisasi modern, (5) mood sketch berisi narasi dan inspirasi awal, hingga (6) garment detail sketch yang mampu menjelaskan bagian teknis spesifik pakaian.

Ada juga materi tentang berproses dalam dunia fashion design, mulai riset dan inspirasi yang mengamati tren global, budaya lokal, gaya hidup, warna, dan target pasar.

Selain itu juga tentang tema dan konsep yang nanti berpengaruh dalam menentukan tema koleksi, gaya, mood, hingga pesan yang ingin disampaikan.

Tak lupa, saat ingin mewujudkannya, seorang fashion designer harus mampu memilih materi yang tepat. Untuk menunjangnya, seorang fashion designer harus memiliki beberapa skill yakni vision trend, kreator, inovator material, problem solver, hingga entrepreneur.

RELASI BARU: Foto bersama usai pelaksanaan Literasi Fashion Design selama dua hari di Auditorium Sukarno.
RELASI BARU: Foto bersama usai pelaksanaan Literasi Fashion Design selama dua hari di Auditorium Sukarno.

Yuliana Fitri mengungkapkan, agenda dua hari ini menyenangkan sekali karena pesertanya masih sangat muda-muda. Momen ini bisa menjadi momen regenerasi fashion designer yang lahir dari Blitar Raya, terutama melalui wadah yang diberikan Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

Pasalnya, generasi muda butuh sekali ruang-ruang berkarya sehingga ada kesempatan menunjukkan bahwa mereka bisa berkarya lebih baik, terutama fashion designer, dengan tahapan yang baik dan benar.

"Karena menjadi fashion designer itu tidak harus semua bisa, tapi semua harus bisa dipahami. Harapannya, ada kelas advance atau lanjutan dari peserta yang sudah hadir hari ini agar hasilnya bisa di-upgrade dengan segera dan membentuk komunitas yang baik yang berasal dari perpustakaan ini," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Layanan Informasi dan Kerja Sama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Hery Purwanto mengungkapkan, Literasi Fashion Design ini sangat penting karena diharapkan mampu mencetak para fashion designer kekinian.

Pasalnya, para peserta pada hari pertama mendapatkan berbagai materi dari narasumber, seperti membuat sketch fashion dan para hari kedua praktik hand embroidery tentang teknik sulaman.

"Kami yakin kegiatan ini akan terus berkembang di masa yang akan datang dan akan mencetak generasi-generasi penerus fashion designer," ungkapnya.

Seperti diketahui, Literasi Fashion Design ini merupakan agenda ke-12 pada 2025 dalam rangkaian literasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Awal tahun, literasi sudah dibuka melalui agenda (1) Literasi Pemasaran Produk Online, (2) Literasi Public Speaking, (3) Literasi Beauty Class, (4) Literasi Barbershop, (5) Literasi Kopi, (6) Literasi Fotografi, (7) Literasi Mustika Rasa, (8) Literasi Penulisan, (9) Literasi Kesehatan, (10) Literasi Seni Budaya, hingga (11) Literasi Wastra Nusantara. (*/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#literasi #regenerasi #literasi fotografi #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #blitar raya #fashion designer #Literasi Kopi