BLITAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu sore (22/10/2025) memicu bencana longsor di Desa Tulungrejo.
Material tanah dari tebing di belakang rumah warga tiba-tiba ambrol dan menimpa rumah milik Mukri. Akibatnya, tiga anggota keluarga tertimbun reruntuhan, namun berhasil diselamatkan dalam kondisi luka-luka.
Ketiga korban adalah Jupri, istrinya Rani, dan anak mereka Aksa yang masih berusia dua tahun. Mereka merupakan anak, menantu, dan cucu dari Mukri, pemilik rumah yang tertimpa longsor. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
Salah satu saksi mata, Supriadi (55), menceritakan bahwa dirinya langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar rumah Jupri tertimbun.
“Saya ditelepon tetangga, langsung ke sana. Rumah sudah tertimbun separuh. Kami menggali tanah pakai cangkul dan sekop seadanya,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut Supriadi, sebelum kejadian besar itu terjadi, sempat ada longsor kecil di sisi barat rumah. Korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri, tetapi kembali masuk karena hujan lebat disertai petir dan adanya anak kecil.
“Belum lima menit di dalam rumah, longsor besar langsung menimpa bagian kamar,” ungkapnya.
Evakuasi berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu menggali material tanah hingga akhirnya ketiga korban berhasil ditemukan sekitar satu jam kemudian.
Mereka langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Dusun Sumbergondo, Kamit, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut lokasi itu memang rawan longsor.
“Rumah korban berada tepat di bawah tebing curam. Tahun lalu juga sempat longsor, tapi hanya kena dapur. Sekarang lebih parah,” jelasnya.
Baca Juga: Gaji P3K Paruh Waktu 2025 Mulai Cair Oktober, BKN Pastikan Proses Bertahap di Seluruh Daerah
BPBD Kota Blitar bersama warga kini membersihkan material longsor dan mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan. Sementara korban dan keluarga mengungsi ke rumah tetangga sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah setempat.(jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah