Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wilayah Gandusari Blitar Masuk Zona Rawan Longsor, Warga Diminta Siap Siaga

M. Subchan Abdullah • Jumat, 24 Oktober 2025 | 02:02 WIB
WASPADA: Wilayah Gandusari terutama area perbukitan masuk zona rawan longsor.
WASPADA: Wilayah Gandusari terutama area perbukitan masuk zona rawan longsor.

BLITAR – Peristiwa longsor yang menimpa rumah warga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Rabu (22/10), kembali membuka fakta bahwa wilayah Sumbergondo memang tergolong zona rawan bencana tanah longsor.

Dalam dua tahun terakhir, kawasan itu telah tiga kali mengalami kejadian serupa, terutama di rumah milik Mukri.

Kepala Dusun Sumbergondo, Kamit, mengatakan, kontur tanah di daerah tersebut sangat curam dan labil sehingga mudah bergeser ketika diguyur hujan lebat.

“Tahun lalu longsor hanya menimpa dapur, tapi kali ini lebih parah karena tembok kamar ikut tertimbun. Sebelumnya juga pernah terjadi, hanya skalanya kecil,” ujarnya.

Menurut Kamit, curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir membuat kondisi tanah jenuh dan meningkatkan potensi pergerakan tanah.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh warga yang tinggal di bawah tebing untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas di sekitar lereng saat hujan deras.

Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar untuk memantau kondisi di lapangan. Selain melakukan pembersihan material longsor, BPBD juga akan melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan bencana.

“Kami juga berkoordinasi dengan Perhutani karena sebagian wilayah ini masuk kawasan hutan. Relokasi sulit dilakukan karena lahan terbatas,” jelas Kamit.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Agus Suherli, menegaskan bahwa timnya sudah berada di lokasi sejak kejadian untuk melakukan asesmen.

“Kami akan evaluasi ulang potensi pergerakan tanah di Gandusari dan sekitarnya. Jika perlu, dibuatkan sistem peringatan dini bagi warga sekitar tebing,” katanya.

Hingga kini, korban longsor masih mengungsi di rumah tetangga sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah daerah. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Gaji P3K Paruh Waktu 2025 Mulai Cair Oktober, BKN Pastikan Proses Bertahap di Seluruh Daerah

“Curah hujan masih tinggi. Warga harus peka terhadap tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau suara gemuruh dari arah tebing,” pungkas Agus.(jar/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#gandusari #Rawan #Tulungrejo #Kabupaten Blitar #longsor #tebing #BPBD Kabupaten Blitar #hujan