BLITAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar memperketat langkah mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jawa Timur dalam dua pekan ke depan.
Peringatan resmi yang dikeluarkan oleh BMKG Juanda menjadi perhatian serius, mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan hujan deras hingga disertai angin kencang.
Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalisasi dampak bencana di wilayah Bumi Bung Karno.
“Kami menindaklanjuti peringatan BMKG dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi di lapangan. Meski Kota Blitar bukan wilayah perbukitan, potensi bencana seperti banjir dan angin kencang tetap perlu diwaspadai,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Menurut Agus, BPBD Kota Blitar telah memetakan titik-titik rawan bencana di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan lebih intensif, terutama di kawasan yang kerap dilanda genangan air saat hujan deras. Selain itu, BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan dinas teknis seperti dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dinas lingkungan hidup (DLH), serta kelurahan.
“Salah satu langkah mitigasi yang kami lakukan adalah pemangkasan ranting dan penebangan pohon rawan tumbang, terutama di tepi jalan dan area padat aktivitas warga,” terangnya. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat pohon tumbang ketika angin kencang terjadi.
Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Terutama meminta agar warga tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase. “Sampah yang menyumbat saluran air bisa menyebabkan banjir. Saat aliran air terhambat, genangan akan cepat meluber ke jalan hingga lingkungan rumah warga,” jelasnya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan dinas PUPR dalam pengelolaan pintu air dan saluran irigasi. Pengaturan yang tepat saat hujan deras dinilai mampu mengurangi risiko luapan air. “Ketika curah hujan tinggi, manajemen pintu air sangat menentukan. Harus diatur dengan cermat, mana yang dibuka dan mana yang ditutup, agar debit air tetap terkendali,” papar Agus.
Dia menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat turut menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem. BPBD mengimbau warga agar tetap waspada, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat, serta segera melapor ke petugas jika terjadi bencana di lingkungan sekitar.
“Bencana ini bisa datang tiba-tiba. Tidak bisa kita prediksi datangnya. Jika masyarakat mengetahui ada bencana untuk segera melapor atau bisa hubungi di nomor darurat 112. Masyarakat tetap tenang, waspada, dan ikut serta dalam upaya pencegahan,” pungkasnya. (sub/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah