Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sepanjang 2025, 5 Warga Terserang Penyakit DBD hingga Meninggal Dunia, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Blitar

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:55 WIB
‎CEPAT: Genangan air menjadi salah satu media bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
‎CEPAT: Genangan air menjadi salah satu media bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

BLITAR – Memasuki musim hujan menandakan masa bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak dengan cepat. Hal ini tentu saja membahayakan karena nyamuk tersebut dikenal dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD). ‎Kasus DBD di Kabupaten Blitar menunjukkan tren yang pasang surut meskipun kini mengalami penurunan pada 2025.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, hingga September 2025 tercatat 521 kasus dengan 5 pasien meninggal dunia. ‎

Angka ini menunjukkan penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.359 kasus dengan 10 kematian.

“Kasus DBD sempat melonjak drastis di tahun 2024,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati.

‎Dalam jangka waktu 5 tahun terakhir, fluktuasi angka DBD di daerah Kabupaten Blitar cukup signifikan. Tahun 2021 tercatat 140 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia. ‎Pada tahun berikutnya juga mengalami lonjakan kasus. Tahun 2022 naik menjadi 360 kasus dengan 3 pasien meninggal dunia. ‎

Sementara itu, pada 2023 turun menjadi 238 kasus tanpa korban jiwa.

“Tahun 2024 menjadi puncak dengan 1.359 kasus dan 10 pasien meninggal dunia, sebelum kembali menurun pada 2025,” paparnya.

‎Dia menyebut bahwa penurunan kasus pada 2025 merupakan hasil dari berbagai langkah pengendalian. Pengendalian vektor dilakukan dengan PSN lewat G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik). ‎

Selain itu, dinkes juga memperkuat tata laksana penanganan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) serta menggelar bimbingan teknis (bimtek) program DBD ke puskesmas. Langkah lainnya adalah penguatan penyelidikan epidemiologi (PE) pada setiap kasus dan peningkatan koordinasi lintas sektor maupun lintas program.

“Pengendalian kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan hingga pencegahan dini di setiap wilayah,” katanya.

‎Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis kasus DBD bisa terus ditekan hingga akhir tahun.

Dinkes juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. (kho/c1/ynu) (*)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#warga #Kabupaten Blitar #Terserang Penyakit #dbd #meninggal dunia