BLITAR - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Blitar pada Rabu (22/10/2025) sore menyebabkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik.
Sedikitnya lima kecamatan terdampak yakni Gandusari, Doko, Sutojayan, dan Udanawu. Sejumlah rumah warga rusak, jalan tertutup material longsor, dan tiga orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumah.
Peristiwa paling parah terjadi di Dusun Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Tanah di lereng perbukitan longsor dan menimpa rumah milik Mukri, 55.
Saat kejadian, rumah tersebut juga dihuni anak dan menantunya, Jupri Widodo, 25, dan Agustustrina Tri Dwi, 25, serta seorang balita berusia 1,5 tahun, M. Akza Avrio Widodo.
Ketiganya sempat tertimbun material longsor sebelum berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas gabungan sekitar 1 jam setelah kejadian. Mereka mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk perawatan intensif.
“Ketiga korban berhasil diselamatkan setelah proses evakuasi yang cukup sulit karena kondisi tanah yang masih labil. Petugas juga telah memasang police line untuk mengantisipasi longsor susulan,” ujar Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Bajoe Poerna Siswa.
Dia melanjutkan, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejak siang hari dan berlangsung hingga sore. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sejumlah titik perbukitan tidak mampu menahan beban air sehingga terjadi longsor di beberapa desa.
Selain di Desa Tulungrejo, longsor juga dilaporkan di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, tepatnya di Dusun Parang. Sebagian jalan antardusun tertutup material tanah, dan teras rumah milik warga bernama Imam Mashuri serta kandang ternak milik Herman turut tertimbun longsoran.
Sementara itu, di Kecamatan Doko, longsor menimpa bahu jalan di Dusun Genuk, Desa Kalimanis, serta merusak talut penahan tanah di SDN 3 Sumberurip. Di Kecamatan Sutojayan, pohon besar tumbang dan menutup akses jalan di Lingkungan Brubuh, Kelurahan Kalipang.
Adapun di Kecamatan Udanawu, pohon jenis asam Belanda roboh akibat angin kencang di Desa Mangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “BPBD telah menurunkan personel ke semua titik terdampak untuk asesmen dan penanganan darurat. Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, muspika, perangkat desa, dan relawan,” ungkapnya.
Pihak BPBD juga menyalurkan sejumlah bantuan logistik kepada warga terdampak, antara lain terpal, makanan siap saji, perlengkapan bayi, paket lauk pauk, kasur, dan pakaian. Hingga Rabu malam, cuaca di wilayah Blitar masih diguyur hujan ringan dan sebagian titik belum tertangani sepenuhnya.
Sementara itu, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman bersama Dandim 0808 Blitar turut mendatangi lokasi kejadian di Tulungrejo. Dia menyebut kerugian materiil akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
“Kami menutup akses jalan sementara dan memasang garis polisi di area longsor untuk mencegah warga mendekat karena tanah masih labil. Kami mengimbau warga agar waspada terhadap kemungkinan longsor susulan karena masih dalam kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)