Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Destinasi Wisata Indonesia Paling Menarik Pasca Pandemi, dari Pulau Weh hingga Wae Rebo

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 23:50 WIB
5 Destinasi Wisata Indonesia Paling Menarik Pasca Pandemi, dari Pulau Weh hingga Wae Rebo
5 Destinasi Wisata Indonesia Paling Menarik Pasca Pandemi, dari Pulau Weh hingga Wae Rebo

BLITAR – Setelah dua tahun sektor pariwisata lesu akibat pandemi Covid-19, kini geliat wisata di Indonesia mulai kembali hidup. Pemerintah melonggarkan sejumlah aturan perjalanan dan membuka kembali beberapa destinasi populer dengan penerapan protokol kesehatan ketat serta syarat wajib vaksin. Momentum ini disambut antusias oleh wisatawan domestik yang rindu menjelajahi keindahan alam Nusantara.

Kompas.id merangkum lima destinasi wisata Indonesia paling menarik pasca pandemi yang bisa menjadi inspirasi perjalanan Anda di bulan November ini. Mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia, setiap lokasi menawarkan pengalaman yang unik dan berkesan.

Pulau Weh, Titik Nol Indonesia yang Menawan

Petualangan wisata dimulai dari Pulau Weh di Provinsi Aceh. Pulau kecil ini terkenal sebagai titik nol kilometer Indonesia bagian barat, dengan ikon menara setinggi 20 meter yang menjulang gagah dan dihiasi lambang Garuda di puncaknya.

Setiap wisatawan yang mencapai titik nol akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai kenang-kenangan, menandai bahwa mereka telah menginjak ujung paling barat Tanah Air. Selain itu, Pulau Weh juga memiliki panorama bawah laut yang memikat, menjadikannya destinasi favorit bagi penyelam lokal maupun mancanegara. Kejernihan air lautnya dan keberagaman biota laut di sekitar Pantai Iboih menjadi daya tarik utama.

Kepulauan Derawan, Surga Penyelam di Kalimantan Timur

Bergerak ke timur, ada Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Gugusan pulau eksotis ini terdiri atas empat pulau utama: Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Setiap pulau memiliki keunikan tersendiri, terutama Pulau Kakaban yang menjadi habitat ubur-ubur tanpa sengat.

Keindahan taman bawah laut Derawan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Wisatawan dapat menjumpai penyu hijau dan penyu sisik yang dilindungi, serta melakukan snorkeling di perairan dangkal yang tenang. Tak heran, Derawan sering dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Kalimantan”.

Mandalika, Pusat Wisata dan Ajang Balap Dunia

Dari Kalimantan, perjalanan berlanjut ke Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kawasan wisata seluas 1.035 hektare ini ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sejak 2017. Nama Mandalika diambil dari legenda Putri Mandalika yang terkenal dalam kisah rakyat Sasak.

Kini, Mandalika menjadi sorotan dunia karena memiliki Sirkuit Mandalika berstandar internasional yang digunakan untuk ajang World Superbike 2021 dan MotoGP 2022. Selain balapan, wisatawan juga bisa menikmati keindahan Pantai Kuta Mandalika dan Bukit Merese yang menawarkan pemandangan matahari terbenam spektakuler.

Taman Nasional Takabonerate, Karang Atol Terbesar Ketiga di Dunia

Menyeberang ke Sulawesi Selatan, wisatawan dapat menemukan keajaiban laut lainnya di Taman Nasional Takabonerate yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kawasan ini dikenal memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajalein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Maladewa.

Dengan luas mencapai 220.000 hektare dan sebaran terumbu karang seluas 500 kilometer persegi, Takabonerate merupakan surga bagi penyelam dan fotografer bawah laut. Ikan tropis berwarna-warni, hamparan karang yang sehat, dan kejernihan air laut menjadikan tempat ini primadona bagi para pencinta ekowisata bahari.

Desa Wae Rebo, Negeri di Atas Awan dari Nusa Tenggara Timur

Perjalanan wisata ditutup di ujung timur Indonesia, tepatnya di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa adat ini dijuluki “negeri di atas awan” karena berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Untuk mencapai Wae Rebo, wisatawan harus mendaki selama tiga hingga empat jam dari Desa Denge. Namun, rasa lelah akan terbayar lunas ketika tiba di lokasi. Pemandangan gunung-gunung yang menjulang, kabut tipis yang menyelimuti lembah, dan deretan rumah adat berbentuk kerucut (Mbaru Niang) menciptakan suasana magis dan menenangkan.

Wae Rebo bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga simbol pelestarian budaya lokal. Masyarakatnya hidup harmonis dengan alam dan tetap mempertahankan tradisi leluhur secara turun-temurun.

Wisata Indonesia Bangkit Lagi

Lima destinasi tersebut menjadi bukti bahwa pariwisata Indonesia mulai bangkit pasca pandemi. Dari Pulau Weh di Aceh hingga Wae Rebo di NTT, semua menawarkan pesona yang tak kalah dengan destinasi luar negeri.

Pemerintah berharap pembukaan kembali tempat-tempat wisata dengan protokol kesehatan ketat dan syarat vaksinasi dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan sektor pariwisata nasional secara berkelanjutan.

Kini, dengan penurunan angka penularan Covid-19 dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, saatnya menjelajahi kembali indahnya negeri sendiri.

Editor : Anggi Septian A.P.
#wisata indonesia #pulau weh #desa wae rebo #Mandalika Lombok #kepulauan derawan