Blitar – Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Siswono Yudo Husodo, berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jumat malam (24/10). Kegiatan itu dilakukan secara khusus oleh rombongan PA GMNI sebagai bentuk penghormatan kepada sang Proklamator Republik Indonesia.
“Kami datang ke Blitar memang khusus untuk berziarah ke makam Bung Karno. kunjungannya kali ini tidak memiliki agenda politik, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap sosok Bung Karno yang telah memajukan bangsa,” ujar Siswono.
Dia melanjutkan, bahwa Indonesia bangga memiliki seorang proklamator seperti Bung Karno yang mempertaruhkan seluruh jiwa raganya untuk kemajuan bangsa dan negara.
Sebagai tokoh senior nasional dan pembina Yayasan Universitas Pancasila, Siswono juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai Pancasila dan semangat juang Bung Karno. Dia menyebut, setiap bangsa pasti mengalami pasang surut dalam perjalanannya, namun api semangat kebangsaan harus tetap menyala.
“Yang penting kita jaga adalah semangat untuk menjadikan Indonesia semakin maju, besar, dan kuat dalam menghadapi persaingan antarbangsa. Itu semangat yang selalu dicanangkan oleh Bung Karno,” ujarnya.
Siswono juga menyinggung kiprah Bung Karno dalam diplomasi dunia, seperti Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 yang menjadi tonggak kepeloporan Indonesia di kancah internasional. Ideologi Pancasila, lanjutnya, diakui dunia sebagai konsep yang mampu menampung aspirasi bangsa yang majemuk.
Terkait kondisi bangsa saat ini, Siswono menilai bahwa Indonesia sedang menghadapi dinamika sosial dan moral yang kompleks, mulai dari maraknya kasus korupsi hingga fenomena degradasi etika generasi muda.
“Kita tidak menutup mata terhadap hal-hal negatif, termasuk korupsi yang jumlahnya luar biasa. Tapi di sisi lain, banyak hal positif yang membesarkan hati. Di tengah dinamika itu, Indonesia tetap utuh sebagai satu bangsa,” tegasnya.
Menjelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Siswono mengajak generasi muda untuk kembali menyalakan semangat kebangsaan dan menjaga persatuan. Ia menilai, keberagaman Indonesia adalah kekuatan yang tidak dimiliki bangsa lain.
“Bangsa sebesar dan seheterogen ini bisa bersatu karena ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Itu sebabnya saya yakin Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar,” pungkasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana