Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Desa Wisata Pemuteran dan Kemiren Raih Penghargaan Internasional, Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Minggu, 26 Oktober 2025 | 00:15 WIB
Desa Wisata Pemuteran dan Kemiren Raih Penghargaan Internasional, Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia
Desa Wisata Pemuteran dan Kemiren Raih Penghargaan Internasional, Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia

BLITAR – Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Tanah Air. Dua destinasi unggulan Indonesia, Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali, dan Desa Wisata Osing Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil meraih penghargaan internasional di ajang UNWTO Best Tourism Village 2025.

Prestasi ini menegaskan bahwa pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia terus diakui dunia, terutama dalam hal pelestarian budaya dan penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Desa Wisata Pemuteran, Surga Konservasi di Bali Utara

Desa Wisata Pemuteran dikenal sebagai kawasan wisata pesisir dengan keindahan bawah laut yang luar biasa. Wilayah ini terletak di pesisir barat laut Kabupaten Buleleng dan telah lama menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dikenal karena program konservasi terumbu karang berbasis masyarakat, Pemuteran berhasil menggabungkan aktivitas pariwisata dengan pelestarian lingkungan. Upaya warga lokal dalam menjaga ekosistem laut melalui proyek Biorock Reef Restoration menjadi salah satu faktor utama yang membuat desa ini diakui dunia.

Selain keindahan lautnya, Pemuteran juga menawarkan suasana tenang khas pedesaan Bali, dengan homestay yang dikelola langsung oleh warga, wisata spiritual di pura-pura tepi laut, serta kuliner lokal yang menggugah selera.

Desa Wisata Osing Kemiren, Benteng Budaya Banyuwangi

Sementara itu, Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi menjadi sorotan dunia karena keberhasilannya menjaga warisan budaya Suku Osing—penduduk asli Banyuwangi. Desa ini telah lama dikenal dengan rumah adat berbentuk joglo, musik angklung paglak, hingga tradisi ritual Barong Ider Bumi yang menjadi daya tarik wisata budaya setiap tahunnya.

Pemerintah daerah Banyuwangi bersama masyarakat Kemiren konsisten mempromosikan pariwisata berbasis budaya dan edukasi. Setiap tamu yang berkunjung dapat belajar menari gandrung, menikmati kopi asli Kemiren, hingga tinggal di homestay tradisional.

Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), keberhasilan dua desa wisata ini merupakan hasil konsistensi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

Pengakuan Dunia untuk Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Ajang UNWTO Best Tourism Village 2025 digelar oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) sebagai bentuk apresiasi terhadap desa-desa di seluruh dunia yang menerapkan prinsip sustainable tourism. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, di antaranya tata kelola, ekonomi lokal, keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan inovasi digital.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan internasional ini bukan hanya milik dua desa, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh desa wisata di Indonesia untuk terus berbenah.

“Desa Wisata Pemuteran dan Kemiren menunjukkan bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya slogan. Mereka berhasil membuktikan bahwa budaya dan alam bisa berjalan selaras, memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga warisan leluhur,” ujar Sandiaga Uno dalam siaran persnya.

Indonesia Kembali Diperhitungkan di Kancah Dunia

Keberhasilan ini menambah deretan prestasi Indonesia dalam kategori desa wisata terbaik dunia. Sebelumnya, pada tahun-tahun sebelumnya, desa seperti Nglanggeran di Yogyakarta dan Penglipuran di Bali juga pernah masuk daftar UNWTO.

Dengan capaian ini, Indonesia semakin diakui sebagai negara dengan potensi wisata berbasis masyarakat yang kuat dan berdaya saing global. Pemerintah pun berkomitmen memperluas program pendampingan dan pelatihan digital bagi desa-desa wisata di berbagai provinsi.

Tak hanya memperkenalkan keindahan alam dan budaya, penghargaan ini juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat lokal. Data Kemenparekraf mencatat, peningkatan kunjungan wisatawan ke desa wisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan warga dan perluasan lapangan kerja di sektor UMKM.

Inspirasi Bagi Desa Wisata Lain

Capaian Desa Wisata Pemuteran dan Kemiren menjadi inspirasi bagi ratusan desa lain di Indonesia yang kini tengah bertransformasi menjadi desa wisata unggulan. Pemerintah menargetkan sedikitnya 6.000 desa wisata aktif dan berkelanjutan pada tahun 2026.

Dengan strategi kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, pariwisata Indonesia diharapkan semakin inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Dua desa pemenang ini pun kini menjadi model pengembangan pariwisata hijau yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Desa Wisata Kemiren #UNWTO Best Tourism Village #pariwisata berkelanjutan #Desa Wisata Pemuteran #sandiaga uno