Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

IAI Kabupaten Blitar Gelar Seminar Pharmapreneurship, Diikuti Ratusan Tenaga Farmasi hingga Launching Seragam Batik Khas

Rahma Nur Anisa • Minggu, 26 Oktober 2025 | 02:05 WIB
KHIDMAT:Peserta seminar dan rakercab menyimak materi yang disampaikan narasumber, Sabtu (25/10/2025). 
KHIDMAT:Peserta seminar dan rakercab menyimak materi yang disampaikan narasumber, Sabtu (25/10/2025). 

BLITAR - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Blitar menggelar Seminar dan Rapat Kerja Cabang bertema "Tantangan dan Peluang Pharmapreneurship dalam Mengoptimalkan Inovasi Pelayanan Farmasi di Era Regulasi Dinamis" pada Sabtu (25/10/2025).

Bertempat di Kantor Bupati Blitar, sebanyak 194 tenaga kefarmasian mulai dari tenaga vokasi hingga apoteker spesialis hadir untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan regulasi praktik kefarmasian, strategi meningkatkan revenue apotek, dan peluang pharmapreneurship terkini.

Acara yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber ahli: Apt. Adi Wibisono, S.Si., M.Kes., Apt. Primadi Avianto, M.Farm.Klin., dan Apt. M. Edy Santoso, S.Farm.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Dr. Christine Indrawati, M.Kes., hadir mewakili Bupati Blitar untuk membuka kegiatan. Dia mengapresiasi peran IAI dalam mengedukasi masyarakat, terutama program yang telah dijalankan ke sekolah-sekolah beberapa waktu lalu.

"Kami senang hati menyambut peran serta teman-teman dari IAI dalam mengedukasi masyarakat," ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Dia menyebut program edukasi IAI sangat membantu tugas dinas kesehatan, khususnya dalam hal pemanfaatan obat yang tepat. Christine juga menyampaikan harapan agar kolaborasi antara IAI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus berlanjut.

"Ke depan kita akan tetap bekerja sama dengan mengharap kontribusi teman-teman apoteker di Kabupaten Blitar untuk tetap melakukan edukasi ke sekolah, pondok pesantren, dan kelompok masyarakat," katanya.

Dia berharap seminar dan rapat kerja ini menghasilkan keputusan-keputusan yang menyejahterakan dan meningkatkan kontribusi untuk masyarakat Blitar.

Bagi Pemkab Blitar, peran serta IAI dalam mengedukasi dan mendorong kerja sama dipandang krusial untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua IAI Kabupaten Blitar, Daning Irawati menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru mengenai regulasi, terutama dalam praktik di komunitas. “Selain itu, juga meningkatkan jiwa kewirausahaan para apoteker agar mampu memberikan pelayanan lebih baik di tengah dinamika regulasi,” terangnya.

Materi seminar terbagi dalam tiga sub-tema strategis. Pertama, perkembangan regulasi praktik tenaga kefarmasian di farmasi komunitas. Kedua, tenaga kefarmasian menjawab tantangan dan peluang pharmapreneurship terkini. Ketiga, strategi meningkatkan revenue apotek melalui inovasi pelayanan kefarmasian.

Ketiga topik ini dipilih bukan tanpa alasan. Daning menjelaskan bahwa peraturan yang saling tumpang tindih kerap membuat para praktisi bingung.

"Kendala tentu saja kita harus melihat karena peraturan satu dengan yang lain, kita tidak tahu apakah sudah bisa dijalankan atau belum," tuturnya.

Melalui seminar ini para apoteker bisa selalu updating informasi dan bisa mengimplementasikan materi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Daning optimistis seminar ini akan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Blitar melalui pelayanan farmasi yang lebih profesional dan inovatif.

Selain seminar, IAI Kabupaten Blitar juga konsisten menggelar program edukasi tahunan dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.

Program ini menyasar pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Blitar dengan materi penggunaan tablet tambah darah.

Edukasi berkelanjutan seperti ini menjadi bagian dari upaya IAI memastikan masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya penggunaan obat yang rasional.

Pada kesempatan yang sama, IAI juga meluncurkan batik khas IAI Kabupaten Blitar. Batik ini mengusung logo Cakrapalah, ikon khas Blitar yang dipadukan dengan motif biji kopi, daun teh, dan cokelat.

Perpaduan ini menghasilkan estetika dan simbolisasi bahwa Blitar kaya akan produk alam yang berpotensi diolah menjadi obat tradisional.(mg3/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kantor Bupati Blitar #dinkes #dinas kesehatan #rapat kerja #Launching batik #IAI Kabupaten Blitar #seragam #khas #seminar #Pharmapreneurship