BLITAR KAWENTAR - Dalam upaya menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman, Influencer Berdampak Indonesia (IBI) memiliki program Sahabat Ceria.
Program Sahabat Ceria dilaksanakan Aula SMPN 1 Kanigoro, pada Jumat (24/10/2025) pada pukul 08.00-10.00 WIB. Tidak hanya sendiri, IBI juga bekerja sama dengan para profesional.
Yakni, Kak Canting B. Khamasia M.Psi, seorang psikolog klinis, serta Kak Nanda, seorang motivator yang punya gaya berbicara santun, namun membangkitkan semangat. Kak Nanda, juga merupakan alumni SMPN 1 Kanigoro.
Melalui program ini diharapkan siswa bisa menumbuhkan kepercayaan diri, namun tetap tidak kehilangan empati, sehingga mereka bisa berkembang tanpa menjatuhkan yang lain dengan perundungan.
Mereka tidak hanya diajak untuk tidak membully, tapi juga diberitahu dampak apa yang terjadi jika mereka melakukan hal demikian.
"Bercanda itu setara, sementara bullying itu ada yang merasa direndahkan," jelas Kak Canting di tengah acara berlangsung.
Pemahaman ini semoga semakin menjalar ke seluruh elemen pendidik, bahkan juga siswa-siswi, sehingga terciptalah lingkungan pendidikan yang supportif, menghargai sesama, dan semangat kebersamaan untuk menghilangkan budaya bullying di dunia pendidikan.
"Semoga Sahabat Ceria bisa menjangkau ke banyak tempat agar dunia pendidikan memang benar-benar bisa membuat mereka ceria bukan malah perundungan," harap Kak Nanda.
Melalui Sahabat Ceria, semoga bisa menjadi salah satu jawaban dari kasus perundungan yang marak terjadi di banyak tempat di instansi pendidikan.
Hal ini sekaligus menjadi penyemangat untuk mengembalikan bahwa dunia pendidikan itu adalah tempat yang menyenangkan bukan menakutkan.
Seperti diketahui, Sahabat Ceria merupakan salah satu program yang digagas oleh IBI, yang memulai perjalanannya dengan road show di SMPN 1 Kanigoro.
Program yang memiliki jargon "Cegah Perundungan, Raih Aman dan Bahagia" ini bertujuan sesuai dengan jargonnya, menjadikan tempat belajar sebagai tempat yang aman dan nyaman.
Yakni, untuk wadah eksplorasi diri siswa dan siswi, bukan malah jadi tempat untuk menghentikan mimpi mereka karna bullying. (apr/ynu)
Editor : Yanu Aribowo