BLITAR - Setelah bekerja hampir seharian penuh, proses evakuasi rangkaian Kereta Api (KA) Purwojaya yang anjlok di Km 56+1/2 Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, akhirnya rampung total pada Minggu dini hari kemarin (26/10/2025). Jalur kereta yang sebelumnya tertutup kini sudah bisa kembali dilalui secara normal.
Kini, kereta terakhir bernomor P 01607 itu berhasil diangkat dan dikembalikan ke rel sekitar pukul 02.00 WIB. Tak lama berselang, KA Bogowonto (Pasar Senen–Lempuyangan) menjadi rangkaian pertama yang melintas di jalur kiri sekitar 02.10 WIB setelah evakuasi dinyatakan selesai.
Ya, anjloknya KA Purwojaya tersebut berimbas pada perjalanan sejumlah KA. Dampaknya, perjalanan terlambat tiba di stasiun tujuan akhir, salah satunya di Stasiun Blitar. Terdapat dua KA dengan tujuan akhir Stasiun Blitar, yakni KA Brantas 152 dan KA Singasari 150.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengatakan seluruh tahapan evakuasi dapat berjalan aman dan cepat berkat kerja keras petugas gabungan di lapangan. “Semua proses berjalan baik berkat sinergi tim KAI bersama unsur terkait. Kami pastikan jalur sudah bisa dilewati dengan aman,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
KAI, kata Rokhmad, juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak imbas keterlambatan jadwal. ”Kami memahami ketidaknyamanan pelanggan. Saat ini pola operasi secara bertahap kami kembalikan normal,” imbuhnya.
Imbas anjloknya kereta tersebut membuat sejumlah perjalanan kereta di wilayah Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan cukup signifikan, terutama jalur arah timur (hulu). Seperti KA Brantas (152) relasi Pasar Senen–Blitar tiba di Stasiun Blitar pukul 05.11 WIB, terlambat 116 menit. Kemudian KA Singasari (150) relasi Pasar Senen–Blitar, terakhir terpantau di Stasiun Pabuaran, terlambat 521 menit.
Lalu, KA Jayakarta (252) relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, tiba di Stasiun Madiun pukul 07.09 WIB, terlambat 277 menit. KA Bima (8) relasi Gambir–Surabaya Gubeng, melintas Stasiun Madiun pukul 05.31 WIB, terlambat 283 menit. KA Majapahit (246) relasi Pasar Senen–Malang, tiba di Stasiun Madiun pukul 07.34 WIB, terlambat 333 menit.
Rokhmad memastikan, meski operasional terganggu, seluruh perjalanan tetap dipantau ketat. “Evaluasi menyeluruh terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan keandalan operasional di masa mendatang,” tegasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah