BLITAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul di tengah kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Perubahan suhu yang tidak menentu dinilai dapat memicu penyebaran virus dan bakteri lebih cepat, sehingga daya tahan tubuh masyarakat harus tetap terjaga.
Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksomonowati Arlini mengatakan selain potensi bencana alam, cuaca ekstrem juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. “Cuaca yang berubah-ubah membuat tubuh mudah lemah dan virus cepat menyebar. Karena itu, masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Dissie menjelaskan, beberapa penyakit yang biasanya menyerang di musim pancaroba seperti saat ini antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, flu, pilek, diare, hingga demam berdarah dengue (DBD). Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak dan lanjut usia yang memiliki imunitas rendah.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal. “Kalau lingkungan kotor dan banyak genangan air, risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD juga semakin tinggi,” jelasnya.
Dinkes Kota Blitar juga terus mengingatkan masyarakat melalui fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Selain menjaga kebersihan, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga ringan agar daya tahan tubuh tetap kuat.
Lebih lanjut, Dissie menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap gejala penyakit. “Kalau sudah mulai batuk, pilek, atau demam, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau klinik terdekat,” katanya.
Dia menambahkan, khusus bagi warga yang mengalami demam lebih dari tiga hari, segera periksa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Deteksi dini sangat penting, terutama untuk mencegah penyakit yang berpotensi serius seperti DBD,” tandasnya.(sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah