BLITAR – Warga di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara Desa Selokajang dengan Desa Maron yang rusak parah. Kerusakan jalan sepanjang 1,3 kilometer ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan belum mendapatkan perhatian perbaikan dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan yang sebelumnya beraspal kini dipenuhi lubang-lubang besar dan pecahan aspal di sejumlah titik. Kerusakan terparah membentang dari SDN Maron hingga SDN Selokajang 1, melintasi kawasan yang juga menjadi jalur utama menuju Sumber Kucur dan sentra produksi gula kelapa di wilayah tersebut.
Salah satu warga setempat, Ayu mengatakan, jalan tersebut sudah rusak cukup lama. “Tepatnya saya kurang ingat, tapi kemungkinan sudah empat atau lima tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi juga di beberapa ruas jalan desa. Salah satunya dari arah SDN Selokajang 01 ke barat rusak hingga SDN Maron. Menurut Ayu, hingga kini belum pernah ada perbaikan berarti di ruas tersebut. “Seingat saya, sepertinya belum pernah diperbaiki. Kalau hujan, jalan makin licin karena batu-batunya lepas dari aspal,” tuturnya.
Selain membuat perjalanan tidak nyaman, kondisi jalan yang rusak juga sering menyebabkan pengendara mengalami insiden kecil. “Ban saya sering bocor kalau lewat sini, apalagi kalau malam tidak kelihatan lubangnya,” keluhnya.
Warga berharap, pihak terkait segera melakukan perbaikan karena jalan ini menjadi akses vital bagi masyarakat sekitar. Selain digunakan untuk aktivitas warga dan pelajar, jalur tersebut juga menjadi rute distribusi utama hasil produksi gula kelapa yang menjadi sumber ekonomi bagi warga sekitar. “Semoga bisa segera diperbaiki dan jalan kembali nyaman untuk dilintasi,” harap Ayu.
Warga menilai, perbaikan jalan ini mendesak dilakukan agar tidak menimbulkan potensi kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan yang memadai dinilai dapat mendukung kegiatan ekonomi pedesaan di kawasan Desa Selokajang dan sekitarnya. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah