BLITAR - Setiap musim penghujan selalu identik dengan banyak warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Termasuk tahun ini dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar terdata ada puluhan warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk ini.
Hingga Oktober 2025, dinkes mencatat ada 46 kasus DBD. Meski masih tergolong terkendali, masyarakat diimbau tetap waspada karena Kota Blitar termasuk daerah endemis dengue.
Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksomonowati mengatakan, kasus dengue di Kota Blitar terbagi dalam beberapa jenis, mulai dari demam dengue hingga yang positif terkena DBD.
"Secara umum kasus DBD masih terkendali di wilayah kota, tapi kita harus tetap waspada karena tiap tahun masih ada kasus,” ungkapnya, Rabu (29/10/2025).
Menurut dia, upaya pencegahan dan antisipasi harus tetap digencarkan lewat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski saat ini sudah akan memasuki musim kemarau.
"Nyamuknya memang tidak bisa dihilangkan, tapi yang bisa kita kendalikan itu jentiknya. Jadi, PSN harus tetap jalan setiap minggu, dan juga di rumah-rumah warga,” ujarnya.
Dissie mengajak warga agar tetap berkoordinasi dengan petugas puskesmas dan jumantik untuk memastikan pemantauan jentik di lingkungan warga berjalan secara rutin.
"Untuk pemberantasan jentik nyamuk tidak hanya waktu hujan ya, musim kemarau pun kalau terdapat jentik nyamuk diupayakan untuk mengurangi," ungkapnya. (mg2/c1/ady)