Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ditanya soal Gaji ASN 2026, Purbaya: Enggak Boleh Ceplas-Ceplos, Nanti Dimarahin!

Anggi Septian A.P. • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:16 WIB
Purbaya enggan bicara detail soal kenaikan gaji ASN 2026. Ia mengaku belum ada keputusan resmi dari pemerintah dan tak ingin ceplas-ceplos.
Purbaya enggan bicara detail soal kenaikan gaji ASN 2026. Ia mengaku belum ada keputusan resmi dari pemerintah dan tak ingin ceplas-ceplos.

JAKARTA – Wacana kenaikan gaji ASN 2026 kembali menjadi sorotan publik. Dalam sebuah wawancara santai yang kini ramai di media sosial, Purbaya, pejabat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memberikan jawaban yang diplomatis saat ditanya soal rencana kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) tahun depan.

“Ngomongnya sekarang enggak boleh ceplas-ceplos. Nanti saya dimarahin,” ujarnya sambil tersenyum, disambut tawa para pewawancara.

Pernyataan itu muncul setelah adanya kabar dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani kebijakan kenaikan gaji ASN hingga 100 persen.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa hingga kini belum ada koordinasi resmi antara lembaganya dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai hal tersebut.

“Saya belum tahu kalau ada surat perintah dari Presiden. Kalau memang ada, ya kita ikut. Tapi sampai sekarang belum ada yang sampai ke saya,” tegas Purbaya.

Belum Ada Keputusan Final

Menurut Purbaya, anggaran belanja negara tahun 2026 memang sudah disiapkan, tetapi rincian mengenai pos kenaikan gaji ASN masih belum jelas.

“Anggarannya kan ada semua, cuma saya belum tahu untuk SDM seperti apa. Jadi belum sampai ke saya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan kenaikan gaji bukan hanya menyangkut teknis keuangan, tapi juga kebijakan politik dan arah fiskal nasional.

“Nanti kalau sudah ada keputusan resmi, baru bisa dijelaskan secara utuh,” tambahnya.

Meski demikian, pernyataan Purbaya menjadi penegasan bahwa isu kenaikan gaji ASN 2026 yang disebut mencapai 100 persen masih perlu diverifikasi.

Banyak pihak menilai informasi tersebut terlalu bombastis karena belum disertai dasar hukum atau surat keputusan resmi.

Sindiran Santai: “Gaji Saya Sudah Kegedean”

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menanggapi pertanyaan pewawancara soal gajinya dengan nada santai.

“Kalau untuk saya sih gaji sudah kegedean. Enggak perlu naik juga enggak apa-apa,” ujarnya diselingi tawa.

Namun, ia menambahkan bahwa kenaikan gaji tetap penting bagi ASN muda dan pegawai level bawah yang memiliki kebutuhan ekonomi tinggi.

“Kalau untuk anak-anak muda enggak apa-apa naik. Mereka kan gajinya lebih kecil dari LPS, jadi masih perlu tambahan,” katanya.

Pernyataan ini dianggap publik sebagai bentuk empati terhadap ASN di lapisan bawah yang kerap mengeluhkan kesejahteraan, terutama di tengah tekanan inflasi dan biaya hidup yang terus meningkat.

Harapan Tergantung Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, Purbaya menilai kemungkinan adanya kenaikan gaji ASN pada 2026 bisa saja terealisasi jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai target tinggi.

“Nanti kalau pertumbuhan ekonomi bagus banget, di atas 6 persen, baru kita minta,” ujarnya.

Dengan kata lain, kebijakan kenaikan gaji ASN 2026 masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, tampaknya masih berhati-hati dalam menentukan besaran kenaikan agar tidak menekan APBN.

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai bahwa pernyataan Purbaya mencerminkan sikap realistis pemerintah terhadap situasi fiskal yang masih dalam tahap pemulihan.

Dengan kebutuhan belanja publik yang tinggi, ruang fiskal untuk menaikkan gaji aparatur negara secara signifikan tentu memerlukan perhitungan matang.

Netizen Ramai Tanggapi

 

Cuplikan wawancara Purbaya yang menyebut dirinya “enggak boleh ceplas-ceplos” kini viral di berbagai platform media sosial.

Banyak netizen menilai gaya bicaranya yang santai namun hati-hati sebagai cerminan situasi sensitif di kalangan pejabat saat membahas kebijakan keuangan negara.

Komentar warganet pun beragam, mulai dari yang mendukung sikap kehati-hatian pemerintah hingga yang menganggap isu kenaikan gaji ASN 2026 terlalu sering digembar-gemborkan tanpa kejelasan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebenaran kabar kenaikan gaji ASN sebesar 100 persen tersebut.

Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Apakah benar ASN akan mendapat kenaikan signifikan di tahun 2026, atau isu ini hanya menjadi wacana politis semata menjelang penyusunan APBN baru.

Editor : Anggi Septian A.P.
#berita ekonomi nasional #gaji ASN 2026 #Purbaya LPS #kenaikan gaji asn #kebijakan keuangan pemerintah