Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Warga Blitar Mulai Ikutan Resah, Mesin Motor Tiba-tiba Rusak usai Diisi Pertalite, Begini Kata Mereka

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:28 WIB
RAMAI MBREBET: Salah satu SPBU yang ada di wilayah Garum, Kabupaten Blitar.
RAMAI MBREBET: Salah satu SPBU yang ada di wilayah Garum, Kabupaten Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Sebagian warga Blitar sempat dibuat resah dengan motornya yang rusak alias mbrebet usai mengisi pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Warga menduga bahwa hal itu dampak adanya campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Namun, Pertamina menampik hal itu.

Berlinda Wardani, warga Kelurahan Tawangsari, mengaku motornya bersuara tak normal. Menduga hal itu aneh, dia langsung membawanya ke bengkel dan tangki BBM dilepas hingga dikuras. Ternyata terdapat endapan putih terdapat di dalamnya.

“Katanya montir, itu menjadi salah satu penyebab motor saya tidak normal. Saya juga harus mengganti tangki BBM. Hal itu terjadi setelah saya mengisi motor saya dengan BBM pertalite. Lalu bersuara brebet hingga mesinnya mati, dan akhirnya saya beralih ke pertamax,” ujar Berlinda.

Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa ada campuran etanol dalam produk pertalite.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, Pertamina Patra Niaga menerima aduan konsumen terkait dugaan gangguan pada mesin kendaraan usai mengisi pertalite di sejumlah daerah. Di antaranya di Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Baca Juga: 5 Notifikasi BSU Kemnaker 2025 dan Artinya, Wajib Tahu Biar Tidak Salah Paham

Meski demikian, Pertamina memastikan bahwa penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.

Pertamina menjamin seluruh produk yang disalurkan telah melalui pengawasan mutu ketat, mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi.

“Seluruh proses distribusi BBM telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai regulasi. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ungkapnya.

Ahad mengaku bahwa Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk pertalite, yang dikirim dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, yang menjadi titik utama pasokan wilayah terdampak.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa BBM dinyatakan on spec atau sesuai spesifikasi.

Untuk menjamin hak konsumen, Pertamina juga membuka mekanisme pelaporan resmi bagi masyarakat yang mengalami kendala pascapengisian BBM. 

Maka dari itu, Ahad mengimbau masyarakat untuk melapor kepada petugas SPBU di lokasi kejadian dengan menunjukkan bukti transaksi atau struk pembelian BBM.

“Saat ini sedang berjalan investigasi lanjutan untuk pengecekan quality and quantity (QQ) BBM di level SPBU sebagai titik distribusi akhir kepada masyarakat. Rangkaian investigasi ini dilaksanakan guna memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bahan bakar umum #Resah #spbu #warga blitar #pertalite #motor rusak #bbm #Pertamina #etanol #mbrebet