BLITAR - Menjelang akhir 2025 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) menggelontorkan dana Rp 10 miliar. Anggaran besar tersebut bakal dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur dasar, terutama jalan rusak dan saluran air.
Kegiatan pembangunan saluran air, baik drainase dan irigasi, serta perbaikan jalan rusak ini dilakukan di sekitar 50 titik di seluruh Kota Blitar.
Kepala Dinas PUPR Kota Blitar, Erna Santi mengatakan, anggaran tersebut berasal dari APBD murni dan difokuskan untuk peningkatan fungsi drainase agar mampu menampung debit air saat musim hujan. “Total ada sekitar 50 titik yang kami tangani tahun ini. Fokusnya pada perbaikan saluran air dan jalan rusak agar saat hujan deras tidak terjadi genangan,” kata Erna, Kamis (30/10/2025).
Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di Jalan RA Kartini dengan nilai Rp 190 juta dan panjang saluran 40 meter. Hingga pertengahan Oktober, progres pengerjaan telah mencapai 38 persen. “Proyek ini menggunakan APBD murni dengan nilai 190 juta tiap titik dan saat ini progres telah mencapai 38 persen,” katanya.
Erna menambahkan, seluruh pekerjaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diprediksi memiliki intensitas tinggi.
"Peningkatan kapasitas saluran air diharapkan mampu menampung volume air lebih besar sehingga mencegah genangan di kawasan permukiman dan beberapa ruas jalan," tambahnya.
Selain perbaikan fisik, dinas PUPR juga melakukan pemeliharaan rutin di beberapa titik yang dianggap rawan banjir. Ini juga bagian dari kegiatan antisipasi dari dinas. "Ini merupakan kesiapsiagaan Pemkot Blitar dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama musim hujan, sekaligus memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal," terangnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah