Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Vaksinasi PMK di di Kabupaten Blitar Masih Capai 62 Persen, Ini Kata Disnakkan

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 3 November 2025 | 15:45 WIB
MENJAGA: Disnakkan beberkan capaian vaksin PMK di Kabupaten Blitar sudah mencapai 62 persen.
MENJAGA: Disnakkan beberkan capaian vaksin PMK di Kabupaten Blitar sudah mencapai 62 persen.

BLITAR KAWENTAR – Upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Blitar terus menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan laporan terbaru pusat kesehatan hewan (puskeswan) per Jumat (31/10), capaian vaksinasi PMK telah mencapai 62 persen dari total target 98.350 dosis.

Hingga saat ini, sebanyak 96.262 ekor ternak meliputi sapi, kambing, dan domba telah berhasil divaksinasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin menjelaskan, upaya vaksinasi ini menjadi prioritas utama dalam mencegah penyebaran kembali PMK di wilayahnya.

“Kami terus berupaya mempercepat vaksinasi agar seluruh populasi ternak terlindungi. Saat ini capaian sudah 62 persen, dan kami optimistis bisa mendekati target sebelum akhir tahun,” ujar Nanang.

Dari sisi distribusi, Puskeswan Kademangan mencatat kinerja paling menonjol dengan capaian 84 persen dari target vaksinasi.

Capaian tersebut disebut Nanang sebagai hasil kerja kolaboratif antara petugas lapangan dan peternak yang semakin sadar pentingnya vaksinasi hewan.

“Puskeswan Kademangan menjadi contoh baik dalam pelaksanaan vaksinasi. Partisipasi peternak di sana cukup tinggi, dan kami dorong agar wilayah lain dapat mengikuti,” tambahnya.

Selain vaksinasi, disnakkan juga mencatat perkembangan situasi PMK yang semakin membaik.

Total kasus di Kabupaten Blitar hingga akhir Oktober mencapai 77 ekor, dengan 57 ekor telah sembuh dan 20 ekor masih dalam perawatan.

Tidak ada laporan kematian maupun pemotongan paksa akibat penyakit tersebut.

“Tren kesembuhan meningkat. Pada 31 Oktober saja tercatat penambahan 12 kasus sembuh tanpa adanya kasus baru,” jelas Nanang.

Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kasus baru.

Nanang menegaskan pentingnya pelaporan dini dari peternak jika ditemukan gejala PMK di lapangan.

Dengan capaian vaksinasi yang terus meningkat dan angka kesembuhan yang stabil, Kabupaten Blitar dinilai berada di jalur yang tepat untuk menuntaskan wabah PMK di wilayahnya.

“Kunci pengendalian ada pada deteksi cepat dan vaksinasi lengkap. Jika dua hal itu berjalan seimbang, kita bisa tekan risiko penyebaran,” pungkasnya.(kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#capaian vaksinasi #Kabupaten Blitar #Kasus PMK #Penyakit Mulut dan Kuku #Dosis