Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kasus Penyakit IVD Serang Ribuan Warga Kabupaten Blitar, Ini Penjelasan Dinkes

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 3 November 2025 | 17:30 WIB

 

 

Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat kasus infeksi virus dengue (IVD) sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai 1.119 kasus. Sementara demam berdarah dengue (DBD) tercatat 521 kasus dengan lima kematian. Data tersebut menunjukkan ancaman penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti masih tinggi, meski tren DBD mulai menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, peningkatan IVD menandakan aktivitas vektor nyamuk masih cukup tinggi di wilayah padat penduduk. “Memang kalau dilihat, kasus IVD ini meningkat karena transmisi virusnya masih terjadi. Jadi, meskipun belum sampai DBD berat, risikonya tetap harus diwaspadai,” ujarnya.

dr Christine menegaskan bahwa terus memperkuat strategi pengendalian vektor dan edukasi masyarakat. Salah satunya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J). “Kami mendorong agar masyarakat ikut aktif. Setiap rumah punya juru pemantau jentik mandiri supaya pengawasan jentik bisa dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain pengawasan lingkungan, upaya pencegahan juga diperkuat dengan penyelidikan epidemiologi (PE) di lokasi kasus serta fogging fokus jika ditemukan penularan baru. “Kami tidak lagi hanya reaktif setelah kasus muncul, tapi juga melakukan surveilans aktif agar tidak meluas,” kata dr Christine.

Menurutnya, penguatan kapasitas puskesmas juga menjadi bagian penting dalam pencegahan kasus berat. “Kami lakukan bimbingan teknis dan supervisi agar tenaga kesehatan di puskesmas mampu melakukan deteksi dini. Karena semakin cepat ditangani, semakin kecil kemungkinan kasus berkembang menjadi DBD berat,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Kalau di rumah masih banyak genangan air, tempat penampungan tidak dikuras, potensi jentik tetap tinggi.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar Kabupaten Blitar bebas DBD,” pungkasnya. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Nyamuk Aedes aegypti #Kabupaten Blitar #dinas kesehatan #ancaman penyakit #demam berdarah dengue #infeksi virus dengue