BLITAR – Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menegaskan bahwa mobil dinas (mobdin) barunya berupa Mitsubishi Pajero Sport adalah hasil pengadaan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tahun 2025.
Namun, dia mengaku tidak mengetahui perihal rencana pengadaan maupun nilai anggaran mobdin baru dengan pelat AG 2 KP tersebut.
Elim menyampaikan, selama proses perencanaan hingga pengadaan, dirinya tidak dilibatkan. Ia baru mengetahui adanya kendaraan dinas baru setelah diberitahu oleh bagian umum bahwa mobil penggantinya telah tiba. “Saya baru tahu ketika diberitahu akan menerima mobil dinas baru AG 2. Jenisnya Pajero Sport warna hitam,” ujarnya.
Kehadiran mobil dinas tersebut sempat menimbulkan polemik di masyarakat. Beberapa pihak menyoroti harga mobil yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp 3 miliar. Angka yang cukup fantastis untuk kendaraan pejabat daerah.
Namun, Elim membantah mengetahui nilai pasti pengadaan kendaraan tersebut. “Saya tidak tahu harga pastinya karena tidak ikut dalam perencanaan atau pengalokasian anggarannya,” tegasnya.
Dia juga meminta masyarakat agar tidak berspekulasi dan dapat mengecek langsung ke bagian penganggaran Pemkot Blitar untuk memperoleh informasi yang akurat. “Kalau ingin tahu harganya, bisa dicek di internet berapa harga Pajero Sport. Yang pasti, tidak seperti yang diberitakan sebelumnya,” ujarnya.
Untuk meredam polemik dan menghindari kesan negatif di tengah masyarakat, Elim memutuskan mengalihkan fungsi mobil dinas barunya menjadi kendaraan sosial. Mobil tersebut kini diberi nama “AG 2 Siaga Bumil” yang digunakan untuk membantu mengantar ibu hamil (bumil) saat memeriksakan kandungan atau dalam kondisi darurat kesehatan.
“Daripada menimbulkan polemik, lebih baik mobil ini saya manfaatkan untuk kegiatan sosial, terutama untuk membantu ibu hamil agar lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Sejak menjabat sebagai wakil wali kota, Elim sebelumnya menggunakan mobil dinas lama AG 2*l berjenis sedan peninggalan pejabat periode sebelumnya, Tjutjuk Sunario. Bahkan, untuk kegiatan dinas tertentu, Elim tak jarang menggunakan mobil pribadinya.
Baca Juga: Vaksinasi PMK di di Kabupaten Blitar Masih Capai 62 Persen, Ini Kata Disnakkan
Dia berharap keberadaan mobil “Siaga Bumil” ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Harapan saya, layanan ini bisa membantu memperlancar akses kesehatan ibu hamil dan menekan angka kematian ibu serta bayi di Kota Blitar,” pungkasnya.(sub/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah