BLITAR KAWENTAR – Umat Hindu di Kecamatan Talun memadati pura yang ada di Desa Pasirharjo, Rabu (5/11./2025). Mereka melakukan sembahyang untuk merayakan Piodalan Pura Setya Dharma.
Menariknya, juga ada Kirab Bedare mengelilingi desa karena sudah masuk kategori utama tingkatan acaranya.
Rangkaian acara Piodalan ini sudah dilakukan sejak Selasa (4/11) sore dengan pengambilan air suci. Lalu, malamnya dilakukan pembacaan macapat di Pura Setya Dharma. Piodalan kali ini acaranya cukup meriah daripada sebelumnya.
Sebab, ada kirab yang diikuti umat Hindu. “Piodalan di pura kami, yaitu Pura Setya Dharma, itu setiap satu wuku sekali yang mana di setiap Rabu Manis atau Rabu Legi, wukunya Julungwangi. Umat Hindu penyungsung pura akan melaksanakan upacara seperti ini yang dinamakan upacara Piodalan,” ujar Budi Sutrisno, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Pasirharjo.
Dia melanjutkan, Piodalan itu maknanya membersihkan pura atau menyucikan kembali pura secara lahir maupun batin. Namun kali ini beda dari biasanya. Sebab, setiap berapa tahun sekali, Piodalan dilaksanakan dengan skala yang lebih besar.
Maka dari itu, umat Hindu yang diundang juga lebih banyak karena tingkatan upacaranya lebih tinggi dan pemimpin upacaranya adalah pandita. Jika hari-hari biasa cukup pemangku agama Hindu setempat.
Budi menyebut rangkaian acara yang utama adalah upacara Piodalan. Tentu prosesnya mulai persembahyangan umat serta pencucian-pencucian bangunan.
Menariknya, kirab baru kali ini dilakukan karena upacaranya sudah pada tingkatan utama. Pada tingkatan nista cukup dengan sembahyang di pura, seperti halnya pada tingkatan madya.
“Pada tingkatan utama seperti ini dengan tingkatan yang lebih tinggi diadakan Kirab Bedare namanya. Ketika para dewa yang telah melinggih di pura, diarak untuk keluar dan kembali lagi masuk ke pura,” ungkapnya.
Budi menambahkan, upacara Piodalan ini bisa dilakukan setahun dua kali atau setiap 210 hari sekali. Pihaknya berharap dengan acara seperti ini umat Hindu senantiasa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Semoga keadaan alam ini menjadi lebih baik lagi, untuk kesejahteraan manusia, sehingga mewujudkan keamanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kades Pasirhajo, Chusana Churori mengatakan, acara Piodalan itu sama artinya dengan ulang tahun pura yaitu Pura Setya Dharma.
“Rangkaian acaranya mulai Selasa (4/11) sore itu pengambilan air suci, lalu malamnya ada macapat. Untuk hari ini (kemarin, Red), ada rangkaian sembahyangan, kirab, dan terakhir ada pependeman,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah