BLITAR KAWENTAR – Cakupan imunisasi untuk bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kabupaten Blitar masih jauh dari target.
Hingga saat ini, capaian imunisasi baduta baru mencapai 49,8 persen atau belum sampai setengah dari target nasional yang ditetapkan sebesar 95 persen.
Tak hanya itu, di lapangan petugas masih menghadapi tantangan dari sebagian orang tua yang menolak imunisasi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, mengingat imunisasi dasar merupakan perlindungan utama terhadap penyakit menular pada bayi. Memang persentasenya hingga kini masih belum mencapai target nasional.
Imunisasi baduta ini diberikan kepada bayi berusia di bawah 24 bulan dengan berbagai jenis vaksin wajib.
Untuk baduta, jenis imunisasi yang diberikan antara lain PCV, DPT-HB-Hib, dan Campak Rubela 2. Salah satu kendala rendahnya capaian imunisasi baduta adalah kondisi kesehatan bayi.
“Sering kali imunisasi tertunda karena bayi sedang sakit, sehingga harus menunggu pulih terlebih dahulu,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto.
Meski demikian, Anggit menegaskan, imunisasi tetap penting bagi semua anak karena berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi risiko gejala berat jika terpapar penyakit.
Selain faktor kesehatan, tantangan lain datang dari sebagian orang tua yang menolak imunisasi.
“Masih ada penolakan karena pengaruh informasi keliru yang beredar di media sosial. Beberapa orang tua mengaku khawatir akibat hoax tentang vaksin,” katanya.
Anggit menjelaskan, reaksi pascaimunisasi seperti panas dan nyeri di lokasi suntikan merupakan hal normal. Panas itu tanda bahwa tubuh sedang mengenali benda asing dan membentuk kekebalan.
Jadi bukan efek berbahaya. Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes Kabupaten Blitar menggelar berbagai upaya, termasuk kampanye imunisasi dan kegiatan sweping door-to-door bagi bayi yang tidak hadir saat jadwal posyandu.
“Sweeping dilakukan satu hari setelah posyandu. Tujuannya agar tidak ada bayi yang tertinggal imunisasi,” jelasnya.
Program imunisasi massal ini dijadwalkan berlangsung hingga November dengan harapan mampu mempercepat pencapaian target imunisasi baduta di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat agar semua bayi mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah