BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali melanjutkan program pembentukan Kampung Pancasila tahun ini. Tiga kelurahan ditetapkan menjadi lokasi baru yakni Kelurahan Bendo, Pakunden, dan Klampok.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila di tengah masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar, Toto Robandiyo mengatakan, pembentukan Kampung Pancasila merupakan amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Program tersebut sejalan dengan filosofi Kota Blitar sebagai kota religius dan nasionalis.
“Setiap tahun kami berupaya menambah 2–3 Kampung Pancasila baru, namun tentu bergantung pada ketersediaan anggaran,” ungkapnya.
Hingga saat ini sudah ada 11 kelurahan yang resmi menjadi Kampung Pancasila. Dengan tambahan tiga kelurahan baru tahun ini, pemkot menargetkan seluruh 21 kelurahan di Bumi Bung Karno nantinya memiliki Kampung Pancasila.
Sesuai rencana, launching tiga Kampung Pancasila baru tersebut akan digelar pada 15 November mendatang. Berkolaborasi dengan dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).
Toto menjelaskan, pembentukan Kampung Pancasila dilakukan melalui musyawarah antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi berbeda dalam penerapan nilai-nilai Pancasila.
“Misalnya di Kelurahan Sentul, karena banyak tempat ibadah, maka penguatan nilai difokuskan pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa,” jelasnya.
Lebih lanjut, pembentukan Kampung Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial.
Program ini bertujuan menanamkan dan menguatkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama di tengah tantangan ideologis yang semakin kompleks.
“Ketika ideologi itu rapuh atau tidak kuat, pasti akan kalah. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus dipupuk di lingkungan sosial,” tegasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah