BLITAR KAWENTAR - Yurina Widyastuti, perempuan muda asal Desa Ngaringan, Gandusari, ini membuktikan bahwa perubahan tidak membutuhkan modal besar, cukup keberanian untuk mulai.
Sebagai second Runne- up Duta Pemuda Kabupaten Blitar sekaligus Duta Moderasi Beragama, dia menginisiasi program RISING (Rintis Lifeskill Inspiratif untuk Generasi Emas) dan berbagai kegiatan pemberdayaan pemuda lintas budaya.
Bagi Yurina, menjadi Duta Pemuda tidak melulu soal gelar prestise. Ini adalah panggilan hati untuk menjadi jembatan antara mimpi dan aksi nyata.
"Sejak dulu saya punya ketertarikan besar terhadap kegiatan sosial dan pengembangan generasi muda," tuturnya.
Ketika seleksi Duta Pemuda Kabupaten Blitar dibuka, dia melihatnya sebagai ruang untuk berkontribusi dan belajar bersama anak muda lain yang memiliki semangat serupa. Proses seleksi Duta Pemuda Kabupaten Blitar bukanlah jalan yang mudah.
Yurina harus melewati serangkaian tahapan pembekalan yang menguji tidak hanya kemampuan berkomunikasi, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, hingga moderasi beragama.
Akhirnya, Yurina berhasil meraih posisi second Runner-up Duta Pemuda Blitar sekaligus menyandang atribut khusus sebagai Duta Moderasi Beragama.
Gelar tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kini, dia juga dipercaya memimpin paguyuban Duta Pemuda.
Tidak cukup hanya menjalankan program yang sudah ada, Yurina memiliki visi untuk menciptakan gerakan yang lebih sistematis.
Ia menginisiasi program bernama “RISING” Rintis Lifeskill Inspiratif untuk Generasi Emas. Program ini mengajak remaja untuk Bangkit, Bergerak, dan Berdampak melalui pelatihan keterampilan hidup yang praktis dan inspiratif.
Tantangan terbesarnya adalah menumbuhkan kesadaran dan keberanian untuk mulai. Banyak anak muda, jelas dia, sebenarnya memiliki potensi luar biasa, namun sering terhambat oleh rasa takut gagal atau merasa kontribusi kecil mereka tidak berarti.
"Padahal, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Tugas kami adalah membangkitkan kepercayaan diri mereka bahwa setiap ide, sekecil apa pun, bisa memberi dampak positif bagi lingkungan."
Ke depan, Yurina dan tim Duta Pemuda tengah merancang proyek ambisius bernama Youth Empowerment Talk.
Ini adalah ruang dialog lintas komunitas yang dirancang agar pemuda dari berbagai latar belakang bisa saling menginspirasi dan berkolaborasi. Sebuah upaya nyata untuk menjawab tantangan apatis yang kerap mendera generasi muda.
Di luar perannya sebagai Duta Pemuda, Yurina adalah seorang “edu-inspirator” yang aktif mengembangkan program pendidikan berbasis karakter.
Ia menciptakan “CARE” (Children's Awareness, Respect, and Empowerment), sebuah program yang dijalankan di sekolah-sekolah dasar dan taman kanak-kanak untuk menanamkan kesadaran, rasa hormat, dan pemberdayaan sejak dini. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah