Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Waspada Penyakit DBD hingga Leptospirosis Mudah Menyerang di Musim Penghujan, Ini Anjuran Dinkes Kabupaten Blitar

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 7 November 2025 | 17:10 WIB
⁠Waspada Penyakit DBD hingga Leptospirosis Mudah Menyerang di Musim Penghujan, Ini Anjuran Dinkes Kabupaten Blitar
⁠Waspada Penyakit DBD hingga Leptospirosis Mudah Menyerang di Musim Penghujan, Ini Anjuran Dinkes Kabupaten Blitar

BLITAR – Cuaca lembap dan curah hujan tinggi diketahui menjadi pemicu utama meningkatnya risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, flu, serta leptospirosis. Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai penyakit yang rawan menjangkiti masyarakat.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto menjelaskan, tren penyakit menular tersebut memang menunjukkan peningkatan setiap kali musim hujan datang. “Pada kasus DBD, leptospirosis, dan ISPA, biasanya cenderung menunjukkan adanya kenaikan saat musim hujan,” ujarnya.

‎Menurut Anggit, kondisi lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak sehingga risiko penularan DBD meningkat tajam. Begitu pula dengan leptospirosis yang umumnya ditularkan melalui genangan air yang terkontaminasi urine hewan pengerat. “Kalau lingkungan tidak dijaga kebersihannya, risiko penyakit akan semakin tinggi,” tegasnya.

‎Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kabupaten Blitar terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi tersebut mencakup kebiasaan cuci tangan pakai sabun, memastikan makanan dan air dikonsumsi dalam keadaan matang, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

‎Dia juga menambahkan, gerakan 3M Plus —menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air— tetap menjadi langkah sederhana dan efektif untuk mencegah penyebaran DBD. “Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Karena nyamuk itu bisa berkembang biak di wadah air sekecil apa pun,” terang Anggit.

‎Selain upaya promotif, dinkes juga memperkuat sisi pelayanan kesehatan dengan memastikan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar siap siaga menghadapi lonjakan kasus. “Kami mempersiapkan obat-obatan, logistik, meningkatkan surveilans untuk memantau potensi lonjakan kasus, serta memastikan tenaga medis dan fasilitas kesehatan siap memberikan pelayanan,” jelasnya.

‎Tak hanya itu, dinkes juga mengoptimalkan program vaksinasi sebagai upaya memperkuat daya tahan tubuh masyarakat terhadap berbagai penyakit menular. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala awal penyakit, terutama demam tinggi. “Kalau muncul gejala seperti itu, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu parah,” tandas Anggit. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#menyerang #musim hujan #waspada #dbd #penyakit