Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Musim Hujan, Perbaikan Jalan Penghubung Desa Slorok-Karangrejo di Blitar Dikebut

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 7 November 2025 | 17:05 WIB
BERKUALITAS: Pekerja proyek dinas PUPR melakukan pengecoran jalan di Desa Slorok–Desa Karangrejo yang ditarget selesai Kamis (6/11/2025).
BERKUALITAS: Pekerja proyek dinas PUPR melakukan pengecoran jalan di Desa Slorok–Desa Karangrejo yang ditarget selesai Kamis (6/11/2025).

BLITAR – Pekerja proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar harus lembur. Pasalnya, pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Slorok dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, ditargetkan selesai pada Kamis (6/11). Di tengah cuaca ekstrem yang melanda, mereka harus memutar otak untuk bisa tepat waktu. Bahkan, jalan yang sudah selesai dicor langsung dilapisi plastik.

Metode jalan yang dilapisi plastik hitam itu dilakukan untuk mengantisipasi hujan yang akan berdampak kepada proyek jalan yang sepanjang 264 meter tersebut. Sebab, pekerja terpaksa harus memacu semangat. Selain dikejar target selesai Kamis ini, mereka juga didorong adanya Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah yang melakukan sidak ke tempat tersebut.

“Kami sampai turun ke lapangan ini untuk mengecek kondisi pembangunan jalan di Slorok–Karangrejo. Karena, kami memikirkan hujan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Sejauh ini pekerjaan sesuai standar,” ujar Beky, yang ditemui di tengah memantau proyek tersebut.

Beky juga terlihat mengukur ketebalan jalan dengan penggaris. Ketebalannya menunjukan kurang lebih 10 sentimeter (cm). Menurutnya, proyek jalan ini sudah sesuai standar nasional Indonesia (SNI) sehingga tidak diragukan lagi untuk kualitasnya. Apalagi, jalan tersebut berbahan beton sehingga tentu tahan lama meski dilewati truk.

Saat sidak, pekerja proyek tampak sibuk melakukan pengecoran dengan truk molen. Mereka dikejar waktu dan saat itu pekerjaannya kurang 60 meter atau sudah mencapai 95 persen.

Namun, mereka lembur demi jalan tersebut bisa dilewati masyarakat sehingga berusaha untuk bisa selesai Kamis ini. “Kami targetkan jalan Slorok–Karangrejo bisa selesai hari ini (kemarin, Red). Maka dari itu, dalam waktu dekat bisa dilewati oleh masyarakat. Kami sempat khawatir bila penanganannya kurang pas, maka turun untuk mengecek ini,” ungkapnya.

Beky menyebut, proyek ini bernilai Rp 868 juta yang sudah dikerjakan sejak awal Oktober lalu. Pihaknya mengimbau masyarakat Kabupaten Blitar dapat mengawal kegiatan pembangunan di Bumi Penataran.

Demi pembangunan yang maksimal karena Pemkab Blitar akan fokus ke infrastruktur. Jalan Desa Slorok–Karangrejo ini menjadi jalan penting bagi masyarakat sekitar karena sudah beberapa tahun tidak tersentuh perbaikan. Pada tahun lalu, jalan Desa Slorok bagian selatan lebih dulu dibangun, dan tahun ini berganti pada sisi utara. Apalagi, jalur ini kadang menjadi jalan untuk truk-truk tambang pasir.

“Doakan untuk masalah jalan dapat terselesaikan, karena perbaikan jalan ini menjadi kebutuhan masyarakat yang terus dikeluhkan. Kami usahakan untuk mengutamakan pembangunan jalan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : M. Subchan Abdullah
#desa slorok #Perbaikan #musim hujan #jalan