BLITAR KAWENTAR – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar menggelar Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup yang diikuti ratusan pesilat muda dari berbagai sekolah di Kota Blitar.
Kompetisi ini digelar mulai 7–9 November. Kejuaraan ini berhasil menarik minat peserta, terbukti GOR Soekarno Hatta dipadati pesilat.
Ketua IPSI Kota Blitar, Miskan Hadi mengatakan, kegiatan ini diikuti 252 peserta mulai dari kategori usia dini, pra-remaja, hingga remaja.
Seluruh peserta berasal dari wilayah Kota Blitar. Kegiatan yang digelar untuk mencari bibit-bibit atlet berprestasi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarperguruan silat.
“Tujuan utamanya untuk mencari bibit-bibit atlet sejak dini, sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarperguruan. Selain itu menjadi upaya dari cabor pencak silat untuk menjaring atlet muda terbaik di Kota Blitar,” ujarnya.
Dia melanjutkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Bahkan, panitia sempat membatasi jumlah peserta karena pendaftaran dilakukan secara daring. Sebab, dengan kuota terpenuhi, sistem langsung tertutup.
Dalam kejuaraan ini, para peserta memperebutkan piala dan medali di berbagai kelas.
Untuk kategori pra-remaja dan remaja, pertandingan dibagi dalam kelas A hingga I, sedangkan untuk usia dini disesuaikan dengan bobot dan usia peserta.
Lebih lanjut, Miskan berharap ajang ini menjadi langkah awal pembinaan atlet silat di Kota Blitar.
“Dengan adanya kejuaraan ini, kami bisa memantau potensi atlet-atlet muda. Jadi ketika nanti ada ajang seperti popda atau kejuaraan lain yang mewakili Kota Blitar, kami tidak kesulitan mencari atletnya,” terangnya.
Tahun lalu, acara yang sama juga dilakukan oleh IPSI, namun dengan waktu yang berbeda dan peserta lebih banyak. Sebab, pada 2024, kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup ini diikuti kurang lebih hanya 159 peserta.
Menurutnya, IPSI Kota Blitar akan terus berkomitmen membina generasi muda agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.
“Melalui pencak silat, kita tanamkan semangat toleransi dan persaudaraan di antara para pesilat,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah