BLITAR KAWENTAR – Kabupaten Blitar kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Tak hanya dikenal dengan sejarahnya sebagai Bumi Laya Ika Tantra Adhi Raja, Blitar juga menyimpan pesona desa-desa wisata yang menawarkan keindahan alam sekaligus nilai budaya tinggi. Salah satunya adalah Desa Wisata Slumbung di Kecamatan Gandusari, yang kini berkembang pesat berkat kolaborasi masyarakat dan pemerintah desa.
Jejak Sejarah dan Cagar Budaya Situs Lumbung
Desa Wisata Slumbung tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang menawan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Nama Slumbung diyakini berasal dari perjalanan panjang peradaban Nusantara, khususnya pada masa kejayaan Majapahit. Bukti peninggalan sejarah itu masih dapat dijumpai di Situs Lumbung, yang oleh warga setempat disebut Punden Mbah Joko Lumbung.
Punden ini dipercaya sebagai makam pendiri Desa Slumbung, sekaligus menjadi saksi bisu sejarah awal mula kehidupan masyarakat di kawasan Gandusari. Batu-batu kuno, struktur menyerupai atap candi, dan inskripsi yang ditemukan di situs tersebut menunjukkan bahwa peradaban di wilayah ini telah ada sejak zaman Majapahit. Menurut penjaga situs, nilai-nilai sejarah itu kini menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya di desa ini.
Alam yang Menyejukkan dan Masyarakat yang Harmonis
Berada di sisi utara Kecamatan Gandusari, Desa Slumbung menawarkan suasana khas pedesaan yang asri. Udara sejuk, pemandangan persawahan yang hijau, serta aliran sungai yang jernih menjadi kombinasi sempurna bagi wisatawan yang ingin menenangkan diri dari hiruk pikuk kota.
Harmonisasi antara alam dan kehidupan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Warga Slumbung dikenal ramah dan kompak dalam menjaga lingkungan. Kehidupan sosial mereka yang penuh gotong royong menjadi cerminan kearifan lokal yang masih lestari hingga kini. Pemerintah desa pun terus menggerakkan potensi lokal agar kesejahteraan masyarakat meningkat melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
Kalinata dan Kalikebo: Dua Primadona Wisata Alam
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Slumbung adalah Kalinata, destinasi wisata alam dengan konsep private river. Di sini, pengunjung bisa menikmati keindahan aliran sungai yang tenang di tengah pepohonan rindang. Tempat ini cocok untuk bersantai, berfoto, atau sekadar melepas penat dari kesibukan kota. Karena suasananya yang eksklusif, Kalinata banyak diminati wisatawan dari berbagai daerah.
Selain Kalinata, ada pula Kalikebo, destinasi yang lebih terbuka untuk umum. Kalikebo menawarkan berbagai fasilitas rekreasi seperti area outbound, tempat bermain anak, hingga lokasi piknik keluarga. Dengan fasilitas yang lengkap, tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di alam terbuka.
Kedua destinasi tersebut dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Slumbung. Kelompok ini berperan penting dalam mengembangkan pariwisata lokal, mulai dari promosi, pengelolaan tiket, hingga menjaga kebersihan dan keamanan kawasan wisata.
Potensi Ekonomi dari Pertanian dan Buah Manglumsari
Selain wisata alam, Desa Slumbung juga dikenal sebagai daerah agraris dengan hasil pertanian unggulan. Salah satu produk yang menjadi kebanggaan warga adalah buah mangga Manglumsari. Nama ini merupakan akronim dari “Mangga Lumbung Gandusari”, yang telah dikenal sejak lama karena rasanya yang manis, dagingnya tebal, dan warnanya cerah.
Buah ini bahkan disebut-sebut sebagai simbol kemakmuran bagi masyarakat desa. Tak hanya dijual di pasar lokal, mangga Manglumsari juga sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas Slumbung.
Eduwisata Budidaya Ikan Koi
Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda, Desa Slumbung juga menawarkan eduwisata budidaya ikan koi. Pengunjung dapat belajar langsung cara merawat ikan, memberi pakan, dan menjaga kualitas air. Aktivitas ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menjadi sarana hiburan bagi keluarga.
Dengan kombinasi wisata sejarah, alam, budaya, dan edukasi, Desa Wisata Slumbung kini menjadi destinasi baru yang wajib dikunjungi di Blitar. Tak berlebihan jika desa ini disebut sebagai miniatur harmoni antara alam, sejarah, dan ekonomi kreatif.
Pemerintah Desa Slumbung berharap pengembangan pariwisata ini dapat terus meningkatkan taraf hidup masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kelestarian lingkungan.
“Bagi kami, wisata bukan hanya tentang liburan, tetapi juga tentang belajar dari peradaban dan menjaga warisan budaya,” ujar salah satu warga yang ikut mengelola wisata desa.
Mengunjungi Desa Wisata Slumbung
Letaknya yang strategis dan akses yang mudah membuat Desa Wisata Slumbung kian ramai dikunjungi. Dari pusat Kota Blitar, perjalanan ke Slumbung dapat ditempuh sekitar 45 menit. Selain keindahan alamnya, keramahan warga menjadi alasan utama wisatawan ingin kembali datang.
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana pedesaan yang damai, sekaligus belajar tentang sejarah dan budaya lokal, Desa Wisata Slumbung di Blitar adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa