Blitar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus memperkuat komitmen untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Sabtu (8/11).
Pemkab Blitar menggelar kegiatan business matching yang mempertemukan penyedia bahan baku lokal dengan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) sebagai calon pembeli.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menjelaskan kegiatan ini bertujuan menciptakan sinergi antara para produsen lokal dan pihak SPPG. Dengan begitu, kebutuhan bahan baku untuk program makan bergizi gratis dapat terpenuhi secara optimal dan berkelanjutan.
“Hari ini kita mempertemukan antara supplier dengan SPPG atau calon pembeli. Tujuannya agar mereka bisa menjalin kerja sama dalam pemenuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis,” ujar Khusna.
Dia melanjutkan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk menciptakan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal. Para produsen memiliki jaminan bahwa hasil produksinya akan terserap, sementara SPPG pun mendapatkan pasokan bahan baku berkualitas.
Baca Juga: Kabupaten Blitar Kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan Pacu Program Perhutanan Sosial Nasional
Khusna berharap SPPG punya kepastian barang yang dibutuhkan. Lalu, produsen juga punya kepastian pembeli, sehingga dari kegiatan ini dan progam MBG, ekonomi masyarakat bisa tumbuh, dan geliat usaha di Blitar makin kuat.
Menurut Khusna, potensi lokal Kabupaten Blitar sangat besar, terutama di sektor pertanian dan hortikultura. Namun, ia menilai masih perlu adanya pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar kualitas produk terus meningkat.
“Misalnya untuk buah-buahan, kita perlu dampingi petani agar tahu jenis yang diminati pasar dan bagaimana menghasilkan buah yang berkualitas. Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bahan baku makanan bergizi itu sehat dan bersih,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Blitar menghadirkan 32 SPPG yang sudah berjalan hingga Oktober, masing-masing diwakili oleh kepala SPPG dan mitranya. Selain itu, hadir pula koperasi, BUMDes, kelompok tani, hingga pelaku usaha di bidang penyediaan bahan pangan. Total peserta mencapai lebih dari 100 orang.
“Antusiasmenya luar biasa. Dari pagi sudah ramai dan interaktif. Bahkan kami juga menyiapkan katalog produk sebagai panduan bagi SPPG untuk mencari bahan yang mereka butuhkan. Ada juga fasilitas foto produk agar lebih mudah dikenali,” Kata Khusna.
Baca Juga: Surga Tersembunyi Berpasir Putih, Sunset Menawan, dan Spot Camping Viral di Jalur Selatan!
Dia menjelaskan, katalog tersebut akan memuat daftar penyedia, jenis produk, dan perkiraan harga, sehingga mempermudah komunikasi antara pelaku usaha dan SPPG. Meski demikian, harga tetap bersifat dinamis menyesuaikan kondisi pasar.
Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Blitar disebut telah berdampak nyata bagi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja baru, kegiatan ini juga memperluas peluang pasar bagi petani dan pelaku UMKM.
“Program ini tidak hanya soal gizi anak-anak, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Kelompok tani, peternak, dan pelaku usaha lokal kini punya akses langsung untuk memasarkan produknya,” pungkasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana