Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Koleksi Buku Khusus Difabel Netra di Blitar Terbatas, Ini Langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 10 November 2025 | 20:55 WIB

 

‎KOSONG: Buku Braille belum tampak hadir sebagai koleksi milik Dispusip Kabupaten Blitar.
‎KOSONG: Buku Braille belum tampak hadir sebagai koleksi milik Dispusip Kabupaten Blitar.

BLITAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar berencana menambah koleksi khusus bagi penyandang disabilitas netra pada tahun mendatang. Selama ini, perpustakaan daerah belum memiliki koleksi buku Braille sendiri dan masih bergantung pada kerja sama dengan instansi lain.

‎Kepala Dispusip Kabupaten Blitar, Jumali, mengatakan menyadari pentingnya menyediakan bahan bacaan inklusif, termasuk untuk masyarakat dengan keterbatasan penglihatan. Kendati demikian, pihaknya hingga saat ini masih belum memiliki koleksi buku tersebut.

Saat ini, dispusip memang belum memiliki buku koleksi Braille. ‎Untuk sementara, pihak dispusip pernah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Proklamator Bung Karno dalam peminjaman koleksi Braille. “Untuk tetap melayani masyarakat, kami dulu sempat meminjam buku Braille dari Perpustakaan Proklamator Bung Karno,” katanya.

‎Koleksi tersebut sebagian besar merupakan hibah dari perpustakaan nasional (perpusnas) dan umumnya berupa kitab suci, belum buku bacaan umum.

Kendala utama dalam pengadaan buku Braille terletak pada ketersediaan dan harga. Buku dengan format khusus ini sulit didapat dan harganya lebih mahal dibandingkan buku biasa. “Kendalanya memang carinya susah dan harganya cenderung jauh lebih tinggi,” tuturnya.

‎Meski begitu, pihaknya memastikan pengadaan koleksi Braille tetap akan dimasukkan dalam pos anggaran pengadaan koleksi buku pada tahun mendatang supaya perpustakaan daerah juga ramah bagi penyandang disabilitas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Dispusip Kabupaten Blitar untuk memperluas akses literasi bagi semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok difabel.

Menurut Jumali, keberadaan koleksi Braille di perpustakaan daerah tidak hanya akan membantu penyandang tunanetra dalam mendapatkan akses informasi, tetapi juga menjadi bentuk inklusi sosial di bidang literasi. “Harapannya, koleksi Braille yang kami miliki tidak hanya sekedar menjadi koleksi, tapi supaya bisa melayani dengan maksimal,” pungkasnya. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Disabilitas Netra #perpustakaan daerah #Kabupaten Blitar #buku Braille #dinas perpustakaan dan kearsipan